Pasaman, Kabarins.com — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat mendorong lahirnya Nagari Creative Hub (NCH) di Kabupaten Pasaman sebagai langkah strategis menggerakkan perekonomian nagari sekaligus mempercepat transformasi digital desa.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DPMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Kamis (27/2).
Dalam pertemuan tersebut, Yozarwardi dosambut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasaman Teddy Marta.
Yozarwardi menyoroti kondisi peredaran uang di sejumlah nagari termasuk di Pasaman yang dinilai masih rendah. Minimnya arus uang masuk dari luar daerah membuat perputaran ekonomi di tingkat nagari belum optimal.
“Kondisi saat ini, peredaran uang di nagari-nagari masih sangat kurang. Ini yang harus kita dorong bersama. Salah satu solusinya adalah melalui pembentukan Nagari Creative Hub,” ujar Yozarwardi.
Menurut Yozarwardi, kehadiran Nagari Creative Hub akan menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui NCH, nagari didorong untuk mampu menarik transaksi dan peredaran uang dari luar daerah.
Ia memberikan ilustrasi konkret: apabila satu nagari mampu menghadirkan perputaran uang sebesar Rp100 juta per bulan dari luar daerah, maka dampaknya akan sangat signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Ambun Waterpark Jadi Destinasi Wisata Terintegrasi Unggulan Pasaman
“Bayangkan jika Rp100 juta per bulan masuk ke nagari dari luar. Beban nagari tentu akan berkurang, daya beli meningkat, dan ekonomi masyarakat bergerak. Uang itu berputar di dalam nagari, menghidupkan pelaku UMKM, petani, perajin, dan sektor lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, perputaran uang yang sehat di tingkat nagari akan memperkuat kemandirian desa serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan eksternal.
Selain penguatan ekonomi, NCH juga diarahkan sebagai ruang percepatan digitalisasi nagari. Yozarwardi menilai transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar nagari tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
“Nagari Creative Hub bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang digitalisasi. Kita dorong semua desa dan nagari untuk masuk ke era digital. Digitalisasi ini sangat perlu agar pelayanan, promosi potensi, hingga pemasaran produk bisa dilakukan lebih luas dan efektif,” ujarnya.
Digitalisasi yang dimaksud mencakup pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi produk unggulan nagari, pemasaran daring (online), pengelolaan administrasi pemerintahan, hingga pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Teddy Marta, menyambut baik dorongan pembentukan Nagari Creative Hub di daerahnya.
Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk merealisasikan program tersebut.
“Kami di Pasaman tentu menyambut baik inisiatif ini. Nagari Creative Hub bisa menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat digitalisasi nagari. Kami siap berkolaborasi dan menindaklanjuti arahan dari provinsi,” kata Teddy.
Menurutnya, Pasaman memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui konsep creative hub, mulai dari sektor pertanian, kerajinan, hingga produk-produk UMKM yang selama ini belum tergarap maksimal dalam skema ekonomi digital.
Pembentukan Nagari Creative Hub diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi nagari berbasis potensi lokal dan teknologi. Dengan perputaran uang yang meningkat serta dukungan digitalisasi, nagari di Pasaman diharapkan mampu tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat pembangunan dari tingkat desa dan nagari sebagai fondasi utama perekonomian daerah. (*02)
BACA JUGA:Jumat Berkah Rutan Lubuk Sikaping: Aksi Donasi Pegawai Perkuat Kepedulian Sosial







