Jakarta,Kabarins.com – Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/02/2026) usai menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri yang menghasilkan sejumlah capaian strategis di bidang perdagangan, investasi, dan diplomasi perdamaian dunia.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma di tengah guyuran hujan yang sejak pagi menyelimuti Jakarta. Meski rintik hujan turun cukup deras, prosesi penyambutan tetap berlangsung khidmat. Presiden tampak menyapa para pejabat yang hadir dengan hangat setibanya di bawah tangga pesawat.

Baca Juga :
Harapan dan Kebanggaan Diaspora Warnai Kedatangan Prabowo di Abu Dhabi
Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dorong Solusi Dua Negara untuk Gaza
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Presiden melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara guna membahas isu-isu strategis kawasan dan global. Salah satu fokus utama adalah mendorong perdamaian di Gaza melalui solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan tengah penyelesaian konflik yang berkelanjutan.
Presiden juga memperkuat koordinasi dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah guna membangun stabilitas regional yang berdampak pada ketahanan ekonomi dan keamanan global.
Lompatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Selain diplomasi perdamaian, lawatan ini menghasilkan berbagai kesepahaman dan komitmen kerja sama, baik dalam bentuk perjanjian bilateral maupun penguatan kemitraan strategis jangka panjang. Kerja sama tersebut mencakup sektor perdagangan, hilirisasi industri, investasi, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menjembatani kepentingan perdamaian dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan global.
Dengan capaian tersebut, kunjungan luar negeri Presiden tidak hanya mempertegas peran diplomasi aktif Indonesia, tetapi juga membuka peluang konkret bagi peningkatan kesejahteraan nasional melalui kolaborasi ekonomi internasional.(*01).
Baca Juga :






