Pelatihan Olahan Makanan 2026 Resmi Dibuka, Tingkatkan Daya Saing UMKM Pasaman  

Pasaman, Kabarins.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) membuka Pelatihan Olahan Makanan Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung pada 8–11 Juni 2026 di Gedung KPN Kesehatan Lubuk Sikaping ini diikuti 66 peserta dari berbagai nagari di Kecamatan Lubuk Sikaping. Pelatihan dilaksanakan dalam dua angkatan melalui Program Pengembangan Usaha Mikro Tahun Anggaran 2026.

Bupati Pasaman yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Joko Rifanto, S.Sos., M.Si., mengatakan UMKM merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, usaha olahan makanan memiliki peluang besar untuk berkembang karena mampu memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka lapangan usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Pasaman terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Melalui pelatihan ini diharapkan lahir pelaku usaha yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Rifanto menyampaikan apresiasi kepada kepala dinas KUPTK DR. Ariswan yang sudah berhasil menjalin komunikasi positif dengan Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Fraksi Demokrat, Yunelda Asra, SH, sehingga mengalokasikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Semoga Anggota DPRD yang lain akan terinspirasi membantu pengembangan umkm Pasaman melalui KUPTK yang telah membentuk Forum Komunikasi UMKM Pasaman Bangkit dan telah menyiapkan program pengembangan umkm tersebut.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusy Welly Suhery, turut mengapresiasi program pelatihan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku usaha kecil, pada poin ke 6 dari 10 program pokok PKK adalah Pendidikan dan keterampilan untuk anggota PKK.

Baca Juga:STIFARM Padang Wisuda 140 Lulusan, Siapkan Farmasis Unggul dan Berdaya Saing Global

Beliau menyapa semua peserta dan memberi arahan dan motivasi agar menjadi wanita tangguh yang berilmu pengetahuan , memiliki keterampilan dan berkarakter baik di era 5.0 ini. Sebagai ketua TP-PKK beliau telah melaksanakan fungsinya menjadi mitra kerja pemerintah yang berperan dalam memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial budaya.

Sementara itu, Yunelda Asra menjelaskan bahwa pelatihan tahun ini difokuskan pada pemanfaatan komoditas unggulan daerah, yakni salak manggung, yang diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan kerupuk serta bentuk lainnya.

“Kita ingin komoditas lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Yunelda juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM. Bahkan, pada tahun 2027 mendatang ia berencana mengusulkan bantuan peralatan produksi guna mendukung peningkatan kapasitas usaha peserta pelatihan.

Kepala Dinas KUPTK Kabupaten Pasaman Dr. Ariswan dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan produk makanan yang higienis, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar.

Dr. Ariswan juga menyampaikan bahwa pada bulan Juni ini juga akan ada pelatihan pengemasan produk serta pelatihan promosi dan marketplace melalui platform digital dari narasumber Dinas KUPTK serta instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping dan dari tenaga ahli dari lembaga dan Perguruan Tinggi yang relevan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap lahir pelaku UMKM yang lebih inovatif dan mampu mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan Olahan Makanan Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Joko Rifanto dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Olahan Makanan Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.. (*02)

Baca Juga:Wabup Parulian Pimpin PMI Pasaman 2026–2031, Bupati Welly Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan