Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar rapat evaluasi pembangunan tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Rabu. Hadir Wakil Bupati Parulian, Sekda Yudesri dan kepala OPD lingkup Pemkab Pasaman. Rapat tersebut menjadi kegiatan penting untuk mengakselerasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) setelah memasuki triwulan kedua tahun anggaran.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa dirinya memahami kondisi para kepala OPD yang baru dilantik pada Januari lalu. Menurutnya, proses adaptasi, termasuk dalam penyusunan perangkat kerja, menjadi salah satu faktor belum optimalnya pelaksanaan sejumlah program.
“Memasuki triwulan kedua ini, mari kita kejar ketertinggalan. Yang lebih penting, arah penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Welly.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan harus mampu menjawab kebutuhan publik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, OPD yang memiliki potensi diminta segera bergerak aktif, terutama dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Potensi PAD yang belum terkelola dan teridentifikasi harus segera dikejar. OPD harus memiliki semangat lebih dan melahirkan inovasi,” tegasnya.
Pemkab Pasaman, lanjut Bupati Welly, akan menggelar pembahasan khusus terkait PAD bersama tim pendapatan daerah guna menggali sumber-sumber penerimaan baru.
Selain itu, Bupati juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada satu dinas semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
Dalam sektor strategis lainnya, seperti ketahanan pangan, OPD terkait diminta bekerja maksimal, menghadirkan terobosan kreatif, serta aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kalau ada usulan yang jelas, biasanya langsung dieksekusi oleh kementerian. Maka, setiap OPD harus punya inovasi dan keberanian untuk melobi ke pusat,” ujarnya.
Terkait program “Sekolah Rakyat” di bawah Dinas Sosial, Welly menyebutkan bahwa Kabupaten Pasaman telah masuk dalam daftar antrian program tersebut. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan dan mengurus proses sertifikasi tanah.
“Saya bersama Wakil Bupati sudah meninjau kesiapan lahan, dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi,” katanya.
Sementara itu, untuk pembangunan gerai KDMP, Bupati meminta camat menegaskan kepada wali nagari agar segera menyiapkan lahan yang dibutuhkan.
“Semua yang dibahas hari ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh kepala OPD. Kita harus memiliki target yang jelas,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menyoroti pentingnya optimalisasi program unggulan daerah. Ia mendorong percepatan pelaksanaan program seperti “Remaja Bangkit” atau wirid remaja, serta program bajak sawah gratis.
“Program unggulan harus dikejar dan dimaksimalkan. Kita juga perlu aktif mengusulkan program ke pemerintah pusat, karena dukungan pusat sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri, turut menekankan pentingnya peningkatan PAD. Ia mengungkapkan bahwa pembahasan teknis terkait hal tersebut akan dilaksanakan dalam rapat lanjutan bersama OPD terkait.
“Peningkatan PAD harus menjadi perhatian bersama. OPD diminta menyiapkan bahan untuk pembahasan teknis yang akan kita lakukan,” katanya.
Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi titik balik percepatan pembangunan di Kabupaten Pasaman, sekaligus memperkuat sinergi antar-OPD dalam mewujudkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*02)
Baca Juga:Rutan Lubuk Sikaping Pasang Pintu Putar, Pergerakan WBP Lebih Tertib dan Terpantau





