Pasaman, Kabarins.com – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch II dan Tailor Made Training (TMT) Tahun Anggaran 2026. Program yang merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Kabupaten Pasaman, Ariswan, Kamis (2/7/2026), di Tempat Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) UPT BLK Lubuk Sikaping.
Pelaksanaan pelatihan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang tertuang dalam DIPA Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang Tahun Anggaran 2026. Dukungan pemerintah pusat tersebut menjadi wujud nyata komitmen dalam mencetak tenaga kerja kompeten yang siap memasuki dunia usaha maupun dunia industri.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan, mengatakan bahwa pada Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch II, sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program pelatihan, yakni Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, Pembuatan Roti dan Kue, serta Merias Pengantin dan Hantaran.
“Seluruh peserta direkrut melalui aplikasi Siap Kerja dan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP bagi peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi,” ujar Ariswan.
Selain itu, melalui program Tailor Made Training (TMT), UPT BLK Lubuk Sikaping juga melatih 80 peserta yang berasal dari berbagai lembaga, organisasi, mitra kerja, dunia industri, serta pelaku UMKM. Lima program pelatihan yang diberikan meliputi Pemasangan Instalasi Listrik 1 Fasa, Pembuatan Adonan Ragi dan Non-Ragi, Menjahit Set Bedcover Lanjutan, Tata Rias Pengantin Muslim Modifikasi, serta Cost Estimator Bidang Konstruksi.
Menurut Ariswan, kedua program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, memperkuat daya saing masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
“Pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja, disiplin, produktivitas, serta kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan vokasi ini juga sejalan dengan program unggulan (Progul) Bupati Pasaman dalam mewujudkan 1.000 lapangan kerja. Kehadiran BLK Lubuk Sikaping diharapkan menjadi salah satu motor penggerak dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja maupun berwirausaha sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta menekan angka pengangguran.
Dengan dukungan sertifikasi kompetensi dan pengalaman praktik selama pelatihan, para lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga kerja profesional yang siap diserap dunia industri maupun menjadi pelaku usaha mandiri yang berdaya saing.
“UPT BLK Lubuk Sikaping akan terus berupaya menjadi jembatan antara kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasaman. Melalui sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pelatihan vokasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya target pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Pasaman,” tutup Ariswan. (*02)





