UMKM Pasaman Didesak Tinggalkan Cara Lama, Bupati Welly: Pelaku Usaha Harus Kuasai Pemasaran Digital

Avatar photo
Bupati Pasaman Welly Suhery saat membuka Pelatihan Digital Marketing bagi puluhan pelaku UMKM di Gedung KPN Kesehatan Lubuk Sikaping, Minggu (28/6). Pemkab Pasaman mendorong pelaku usaha menguasai pemasaran digital.

Pasaman, Kabarisn.com – Persaingan usaha yang semakin ketat di era digital memaksa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beradaptasi dengan pola pemasaran modern. Mengandalkan penjualan secara konvensional dinilai tidak lagi cukup. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai menggenjot kemampuan digital pelaku UMKM melalui pelatihan pemasaran digital agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi pelaku UMKM dalam program Pemberdayaan

Melalui Kemitraan Usaha Mikro Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung KPN Kesehatan Lubuk Sikaping, 28 hingga 30 Juni 2026, itu menjadi salah satu langkah konkret pemerintah mempercepat transformasi digital sektor usaha kecil.

Pelatihan mengangkat tema “Optimalkan Media Sosial, Tingkatkan Omzet Usaha Melalui Pemasaran Digital, Bangun Brand dan Perluas Jangkauan Pasar Secara Online.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi memenangkan persaingan usaha.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi pelaku UMKM jika ingin tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Menurutnya, media sosial dan berbagai platform digital kini menjadi ruang utama bagi konsumen mencari informasi hingga melakukan transaksi. Karena itu, pelaku usaha harus mampu mengubah pola pemasaran dari cara-cara tradisional menuju pemasaran berbasis digital.

“Hari ini pasar sudah berpindah ke ruang digital. Kalau pelaku UMKM masih bertahan dengan cara lama, mereka akan sulit bersaing. Karena itu saya minta manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. Kuasai pemasaran digital, bangun merek yang kuat, dan jadikan produk Pasaman mampu menembus pasar yang lebih luas,” tegas Bupati Welly.

Baca Juga:Peringati Harganas ke-33, Rutan Lubuk Sikaping Teguhkan Peran Keluarga sebagai Fondasi Karakter Bangsa

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan dan membuka berbagai program pemberdayaan agar UMKM semakin mandiri serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami tidak ingin UMKM Pasaman hanya bertahan di pasar lokal. Produk kita harus naik kelas, dikenal lebih luas, bahkan mampu bersaing di pasar nasional. Itu hanya bisa dicapai jika pelaku usaha berani bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan tren pemasaran yang terus berubah.

Peserta dibekali berbagai materi mulai dari strategi digital marketing, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, teknik membangun citra merek (branding), hingga cara memperluas jangkauan pasar melalui platform daring.

“Yang kami dorong bukan sekadar peserta memahami teori, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan penjualan. Target akhirnya adalah omzet pelaku UMKM meningkat dan produk Pasaman semakin kompetitif di pasar,” ujar Ariswan.

Pelatihan ini diikuti Sebanyak 90 orang Peserta terdiri dari tiga angkatan berasal dari perwakilan setiap nagari yang akan menjadi fasilitator dan instruktur di kenagarian masing-masing terhadap pelaku UMKM yang sudah punya usaha dan Nomor induk berusaha. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber yang berpengalaman di bidang pemasaran digital.

Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap kegiatan tersebut menjadi momentum percepatan transformasi UMKM menuju usaha yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi digital, sehingga sektor UMKM semakin kokoh sebagai penopang utama perekonomian daerah.(*02)

Baca Juga:Standar Kebersihan Disorot, Bupati Welly Sidak Laundry RSUD TIB