Pasaman, Kabarins.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui panen semangka di Kebun SAE, Senin (20/7/2026). Dari lahan pembinaan tersebut, berhasil dipanen sebanyak 77,8 kilogram semangka yang dibudidayakan oleh petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping, Resman Hanafi, mengatakan bahwa kegiatan panen ini merupakan implementasi nyata Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:Lantik 90 Kepsek, Bupati Welly: Jangan Ada Jual Beli Jabatan
Panen semangka tersebut diikuti langsung oleh Kepala Rutan bersama jajaran pegawai serta WBP. Keberhasilan panen menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara produktif mampu memberikan manfaat nyata, baik untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan rutan maupun menghasilkan nilai ekonomi melalui penjualan kepada masyarakat.
Sebagian hasil panen dimanfaatkan sebagai tambahan kebutuhan buah bagi warga binaan, sedangkan sisanya dipasarkan kepada masyarakat. Selain menghasilkan produk pertanian, program ini juga menjadi media pembinaan karakter dengan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja kepada para WBP.
Melalui program pembinaan berbasis pertanian, Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping terus berupaya menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan produktif. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Sejalan dengan semangat “PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat”, Rutan Lubuk Sikaping berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial warga binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*02)





