Cikarang,Kabarins.com — Peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya oleh Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), mendapat sambutan positif dari para pengguna kendaraan listrik.
Kepala BPS Pasaman Nita Andriyani, SE. Mengucapkan Selamat HUT RI Ke 81 Tahun 2026
Program tersebut dinilai dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pekerja yang menjadikan sepeda motor sebagai sarana utama untuk mencari penghasilan.
Salah satu pengguna kendaraan listrik, Ratih Intan, pengemudi ojek daring yang telah menggunakan kendaraan listrik selama sekitar dua setengah tahun, mengatakan motor listrik memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
“Perbedaannya itu jauh lebih enak. Saya prefer menggunakan motor EV ini karena yang pertama lebih efisien. Efisiensi waktu, efisiensi biaya,” ujar Intan.
Selain menghemat biaya operasional, Intan menilai kendaraan listrik memberikan kenyamanan lebih saat digunakan untuk beraktivitas. Motor listrik yang tidak menghasilkan emisi dan memiliki tingkat kebisingan rendah juga dinilai lebih cocok digunakan di kawasan permukiman.
“Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi, emisinya nol. Sudah itu senyap, lebih enak. Jadi kalau masuk di gang-gang itu lebih enak lah pokoknya, lebih mendukung banget,” jelasnya.
Intan juga menyampaikan dukungannya terhadap pencanangan Motor Listrik Nasional. Ia berharap produksi kendaraan listrik dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak pengemudi ojek daring yang dapat merasakan manfaatnya.
“Saya dukung pemerintah untuk mencanangkan Motor Listrik Nasional. Besar harapan saya lebih diperbanyak lagi produksinya. Karena apa? Lebih banyak membantu para driver dari segi penghasilan,” tuturnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Pasaman Deswin Adia Putra, SH, M.M., Mengucapkan Selamat HUT RI ke81
Pos Indonesia Rasakan Penghematan Signifikan
Manfaat penggunaan kendaraan listrik juga dirasakan Pos Indonesia. Perusahaan tersebut telah mulai menggunakan kendaraan listrik untuk mendukung operasional kurir sejak 2023.
Courier Operation Vice President Pos Indonesia, Fernanda Windy Rahmanto, mengatakan peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional secara signifikan.
“Kalau dari sisi kelebihannya, memang lebih hemat ya. Kalau kami menggunakan bahan fosil itu, kalau dirupiahkan dalam satu bulan kami menghabiskan sekitar Rp750.000 per bulan. Tetapi dengan EV ini, satu kurir satu bulan itu hanya habis sekitar Rp250.000,” ujar Fernanda.
Dengan demikian, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kurir dapat memberikan penghematan sekitar Rp500.000 per kendaraan setiap bulan berdasarkan pengalaman operasional Pos Indonesia.
Atas peluncuran MoLiNas, Pos Indonesia menyambut positif langkah pemerintah dalam mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Fernanda berharap pembangunan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah tingkat dua dan tingkat tiga.
“Ke depannya kami berharap ekosistem motor listrik di Indonesia segera ya cepat untuk diimplementasikan di semua daerah. Tidak hanya di kota-kota besar. Tapi untuk tier 2, tier 3 juga terbangun juga ekosistem itu,” tuturnya.
Peluncuran MoLiNas menjadi salah satu langkah dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain aspek lingkungan, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik, terutama bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.(*01L)





