Pasaman, Kabarins.com — Panggung-panggung sederhana di sejumlah nagari di Kabupaten Pasaman mulai kembali semarak. Musik tradisional, tari, permainan tradisional hingga berbagai kreativitas anak nagari tampil di tengah masyarakat. Momentum tersebut menjadi bagian dari geliat Pusat Kreativitas Anak Nagari (PKAN) yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Pasaman.
PKAN merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian. Program ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga wadah bagi anak nagari untuk belajar, berlatih, berkarya, berkompetisi dan mengembangkan potensi.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 turut mendorong meningkatnya kegiatan seni dan budaya di berbagai nagari. Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Pasaman mengajak nagari memanfaatkan peringatan kemerdekaan dengan menggelar kegiatan yang mengangkat seni, adat, budaya dan permainan tradisional.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan kreatif. Sejumlah nagari bahkan berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi untuk merancang dan melaksanakan pentas seni.
Kepala DPM Pasaman Teddy Martha, SSTP, MH, mengatakan geliat seni dan budaya di nagari merupakan perkembangan positif yang harus terus dipelihara.
“Kita melihat potensi anak nagari sangat besar. Mereka membutuhkan ruang, kesempatan dan dukungan. PKAN hadir untuk memberikan ruang tersebut,” ujarnya.
Menurut Teddy, keberanian anak tampil di hadapan masyarakat dapat membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kerja sama serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Ia menegaskan, pengembangan PKAN membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat, mulai dari KAN, Bundo Kanduang, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, Karang Taruna, sanggar seni, sekolah, perguruan tinggi hingga pelaku UMKM.
Selain menjaga budaya, kegiatan PKAN juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat. Produk kuliner, kerajinan dan UMKM nagari dapat diperkenalkan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan seni dan budaya.
“Setelah panggung ditutup, semangatnya tidak boleh ikut berhenti. Anak-anak tetap berlatih, sanggar tetap hidup, tradisi tetap diwariskan dan kreativitas terus berkembang,” tegas Teddy.
Melalui PKAN, Pemkab Pasaman berharap lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter dan tetap memiliki akar adat serta budaya. Dari panggung-panggung kecil di nagari, diharapkan tumbuh talenta-talenta besar yang mampu membawa nama Pasaman lebih dikenal.(*02).
Baca Juga: Bersinergi untuk Layanan Semakin Baik, Karutan Lubuk Sikaping Hadiri Forum Konsultasi Publik KPPN





