Dilantik Gubernur Mahyeldi, Yozarwardi Naik jadi Asisten II

AMANAH BARU: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai melantik Yozawardi Usama Putera sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan di Istana Gubernuran, Padang, Rabu (2/9). Yozawardi sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Padang, Kabarins.com— Gubernur Sumtera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (2/9). Salah satu pejabat yang mendapat penugasan baru adalah Yozarwardi Usama Putera, yang dilantik sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang/Asisten II).

Yozarwardi sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumbar. Kini, ia dipercaya menempati posisi strategis yang berkaitan dengan koordinasi pembangunan dan perekonomian daerah.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan dan penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar. Pengisian dan rotasi JPT Pratama dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Bagi Yozarwardi, penempatan sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asisten II) membawa tanggung jawab baru sekaligus tuntutan untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Gubernur Mahyeldi menegaskan, pejabat pimpinan tinggi tidak boleh hanya berkutat pada pekerjaan administratif, tetapi harus mampu membaca dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jabatan adalah amanah. Jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, pejabat harus memiliki integritas dan keteladanan. Seorang pemimpin, kata Mahyeldi, harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Disiplin, kejujuran, etos kerja, serta komitmen terhadap pelayanan publik harus tercermin dalam keseharian pimpinan.

“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Kalau kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, maka pimpinan harus menjadi orang pertama yang memberikan pelayanan dengan baik,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengingatkan enam pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya bekerja di belakang meja. Pejabat dituntut turun memahami persoalan masyarakat dan mampu mengantisipasi masalah sebelum berkembang menjadi lebih besar.

“Jangan menunggu persoalan membesar, jangan menunggu masyarakat mengeluh, dan jangan menunggu pimpinan meminta baru kita bergerak. Seorang pemimpin harus mampu melihat persoalan lebih awal dan mengambil langkah yang diperlukan,” katanya.

Baca Juga:Bawaslu Pasaman Gandeng Padang Ekspres, Perkuat Pengawasan Partisipatif

Khusus kepada Yozarwardi sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Mahyeldi meminta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah. Posisi tersebut menuntut kemampuan menghubungkan berbagai sektor pembangunan agar kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain Yozarwardi, lima pejabat lainnya juga mendapat penugasan baru. Adib Alfikri dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum, sebelumnya menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan. Medi Iswandi dilantik sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya, Tasliatul Fuaddi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Mahdianur dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Sementara Kuartini Deti Putri dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya menjabat Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumbar.

Mahyeldi memberikan sejumlah target kepada pejabat yang baru dilantik sesuai bidang masing-masing. Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Kepala BPSDM diminta meningkatkan pembinaan dan kompetensi ASN.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga diminta memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus mengawal persiapan PORPROV dan pembangunan GOR. Sementara Kepala DPMD diminta memperkuat pembangunan berbasis nagari, termasuk melalui pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).

Adapun kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mahyeldi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, diminta segera ditangani dengan langkah konkret yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

“Terutama untuk persoalan pengelolaan sampah, itu harus menjadi perhatian serius agar segera ada solusi konkretnya,” tegas Mahyeldi.

Penempatan Yozarwardi sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan menjadi bagian dari perjalanan kariernya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. Sebelum menduduki jabatan baru tersebut, ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Dalam posisi sebelumnya, Yozawardi berada pada sektor yang bersentuhan langsung dengan pembangunan masyarakat dan pemerintahan nagari. Kini, pengalaman tersebut dibawa ke posisi Asisten Ekonomi dan Pembangunan dengan ruang koordinasi yang lebih luas.

Rotasi jabatan tersebut, menurut Mahyeldi, merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi pemerintahan. Ia meminta seluruh pejabat melihat perubahan posisi dalam kerangka kepentingan organisasi dan pembangunan daerah, bukan kepentingan pribadi.

“Kepentingan organisasi dan pembangunan daerah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi,” tegas Mahyeldi.

Gubernur juga meminta para pejabat segera memahami bidang tugas masing-masing, membangun komunikasi dengan jajaran, turun ke lapangan, mendengarkan masukan bawahan, serta bekerja sungguh-sungguh, ikhlas, dan sesuai ketentuan.(*02).

Baca Juga:Kapolres Pasaman Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-81, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan