Pasaman, Kabarins.com — Aroma tumisan mulai menyeruak dari halaman SDN 05 Pauh, Sabtu (29/8/2026) pagi. Di sejumlah sudut, suara minyak mendesis berpadu dengan riuh percakapan dan sorak-sorai para wali murid. Peralatan memasak tersusun, bahan-bahan ditata, sementara tangan para emak-emak terus bergerak menyiapkan hidangan.
Pagi itu, halaman sekolah berubah menjadi dapur dadakan. Namun bukan sekadar memasak. Para wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6 tengah berjibaku menunjukkan kreasi terbaik mereka dalam Lomba Masak Nasi Goreng dan Jus Merah Putih bertema kemerdekaan. Ya, lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 81.
Nuansa merah putih tampak hampir di setiap sudut. Para peserta mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Ada yang sibuk mengiris bahan, mengolah bumbu, mengaduk masakan, hingga menata minuman agar tampil menarik.
Suasana semakin meriah ketika masing-masing kelompok mulai mempersiapkan sajian andalan. Sesekali terdengar sorakan dan tawa. Antaranggota tim terlihat saling memberikan masukan, memastikan bahan yang digunakan maupun tampilan sajian sesuai dengan tema perlombaan.
Di salah satu sudut halaman, tim wali murid Kelas 1A terlihat paling sibuk. Semangat mereka tampak sejak perlombaan dimulai. Peralatan masak disiapkan, bahan makanan ditata, dan tugas dibagi kepada masing-masing anggota.
Wali Kelas 1A, Uum Umul Adila, turut berada di tengah-tengah tim. Ia mendampingi para wali murid, membantu menyiapkan peralatan sekaligus menyuntikkan semangat kepada peserta.
“Kita harus menang,” ujar Uum.
Uum berharap Kelas 1A dapat meraih juara dalam perlombaan tersebut, minimal pada salah satu kategori yang dipertandingkan.
Di sisi lain, Mama Ike Afrianingsih, orang tua Aiza dari Kelas 1A, tampak fokus mengolah bahan untuk nasi goreng. Ia dibantu Rice Wulandari serta sejumlah mama lainnya.
Tangan mereka bergerak cepat. Ada yang menyiapkan bahan, ada yang memasak, sementara anggota lainnya memperhatikan proses dan memberikan masukan. Sorak-sorai kecil beberapa kali terdengar dari tim tersebut ketika tahapan masakan mulai mendekati penyelesaian.
Semangat serupa terlihat pada Deni Marliani, orang tua Nuha dari Kelas 1A. Ia mendapat bagian menyiapkan minuman yang mengusung tema merah putih.
Bersama sejumlah mama lainnya, Deni meracik bahan minuman. Mereka berdiskusi mengenai komposisi dan tampilan sajian. Sesekali satu sama lain memberikan saran sebelum minuman tersebut ditata.
“InsyaAllah menang,” ujar Deni.
Persaingan berlangsung dalam suasana meriah. Setiap kelas berusaha menyajikan kreasi terbaik dengan memadukan rasa, tampilan, serta unsur merah putih sesuai tema yang telah ditentukan.
Setelah seluruh sajian selesai, penilaian dilakukan. Hasilnya, kerja keras tim Kelas 1A membuahkan hasil.
Kelas 1A berhasil meraih peringkat pertama kategori Jus Merah Putih Terbaik, mengungguli peserta dari kelas lainnya.
Kemenangan itu disambut gembira oleh wali murid dan wali kelas. Setelah sejak pagi berjibaku dengan bahan dan peralatan memasak, Kelas 1A akhirnya membawa pulang gelar terbaik untuk kategori minuman merah putih.
Bagi para peserta, halaman sekolah pagi itu bukan hanya menjadi tempat perlombaan. Di sana, peralatan memasak, sajian merah putih, sorak-sorai dan kekompakan wali murid berpadu dalam satu kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.(*02)





