Wabup Parulian Tinjau Lokasi Banjir Bandang, Perkuat Penanganan dan Pencarian Warga Hilang

Avatar photo
Wakil Bupati Pasaman Parulian bersama Kadis PU, Direktur PDAM, Dinas Sosial, Kalaksa BPBD Pasaman, TNI dan Polisi, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang, sekaligus memastikan kondisi kerusakan, penanganan bencana, dan proses pencarian warga yang masih dilaporkan hilang.

Pasaman, Kabarins.com — Wakil Bupati Pasaman Parulian bersama Kadis PU, Kalaksa BPBD Mardianto, Direktur Perumda Air Minum Tirta Saiyo Deddy Eka Putra, Dinas Sosial dan Baznas Pasaman, serta OPD terkait turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Nagari Simpang Tonang Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sabtu (19/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan dampak dan kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Parulian meminta seluruh OPD terkait segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan pascabencana, sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Pemerintah Nagari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara terpadu dan efektif.

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Wabup Parulian turut menyerahkan bantuan logistik dan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga selama proses penanganan berlangsung.

Parulian juga meminta tim gabungan untuk terus melanjutkan pencarian terhadap warga yang masih dilaporkan hilang. Pencarian dilakukan bersama unsur BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah nagari, serta masyarakat setempat.

Baca Juga:Pasca Banjir Bandang, Perumda Tirta Saiyo Salurkan Air Bersih ke Warga Simpang Tonang

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam proses pencarian, terutama karena warga setempat lebih memahami kondisi geografis, karakter medan, serta jalur-jalur yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Koordinasi dan komunikasi harus terus dijaga. Pencarian terhadap warga yang masih hilang harus dilanjutkan bersama-sama. Masyarakat setempat juga memiliki pengetahuan tentang kondisi medan, sehingga keterlibatan mereka sangat penting dalam membantu tim di lapangan,” ujarnya.

Wabup menegaskan, penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga sinergi seluruh unsur agar setiap langkah yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lokasi bencana serta mengupayakan langkah penanganan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Kehadiran pemerintah secara langsung di lokasi diharapkan dapat memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terdata dengan baik, sekaligus memperkuat koordinasi dalam proses pencarian, evakuasi, dan penanganan dampak banjir bandang. (*02).

Baca Juga:Fraksi PKB Dukung Porprov Sumbar Diundur, Soroti Kesiapan Anggaran