Kabarins.com – PT Pegadaian kembali mencatat prestasi di kancah keuangan internasional setelah meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 yang digelar Alpha Southeast Asia.
Perusahaan pelat merah tersebut memenangkan kategori Best Sovereign Sukuk dan Best Social Bonds in Asia 2025 yang menegaskan posisi Pegadaian sebagai pemain penting dalam pasar keuangan global.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Treasury Division Head PT Pegadaian Luh Putu Andarini dalam acara yang digelar di The Fullerton Hotel Singapura pada Kamis.
Prestasi ini menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan Pegadaian menerbitkan instrumen utang dengan total nilai mencapai Rp4,457 triliun atau setara dengan 278,5 juta dolar AS.
Instrumen pendanaan yang diterbitkan meliputi Sukuk Mudharabah sebesar Rp1,752 triliun serta Social Bonds atau obligasi sosial senilai Rp1,940 triliun.
Menariknya, penerbitan instrumen tersebut mengalami kelebihan permintaan dari investor atau oversubscribed yang menunjukkan tingginya kepercayaan pasar global terhadap prospek bisnis Pegadaian.
Seluruh dana yang dihimpun melalui sukuk dan obligasi sosial tersebut dialokasikan untuk memperkuat pembiayaan sektor mikro dan pelaku usaha kecil menengah di Indonesia.
Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals di Indonesia.
Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian Agus Riyadi menyebut penghargaan internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas akses pembiayaan di daerah.
“Pengakuan dunia ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha produktif dan memperkuat ekosistem keuangan syariah hingga ke masyarakat terbawah,” ujarnya.
Keberhasilan Pegadaian juga tidak terlepas dari dukungan sejumlah Joint Lead Underwriters terkemuka seperti CIMB, BCA, BNI, BRI Danareksa, DBS Vickers, Indo Premier, dan Mandiri Sekuritas.
Didukung sinergi tersebut, Pegadaian semakin optimistis memperluas inovasi pembiayaan berbasis instrumen keuangan berkelanjutan di Indonesia.
Saat ini Pegadaian juga telah bertransformasi sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia setelah memperoleh izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan sejak Desember 2024.
Melalui layanan tersebut Pegadaian dapat menjalankan kegiatan usaha bulion yang mencakup deposito emas hingga pinjaman modal kerja berbasis emas bagi masyarakat.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi di sektor sustainable finance agar pertumbuhan bisnis sejalan dengan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.
(*)







