Bupati Welly Sambangi Korban Kebakaran, Peluk Yusraini dan Serahkan Bantuan

Avatar photo

Pasaman, Kabarins.com — Suasana haru menyelimuti Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Duo Koto, Rabu pagi (21/1/2026). Di antara puing-puing dua rumah yang telah rata dengan tanah, seorang perempuan lanjut usia bernama Yusraini (63) berdiri dengan langkah tertatih. Mata sembab dan wajah letihnya menggambarkan duka mendalam sejak rumah yang menjadi tempat menyimpan seluruh kenangan hidupnya dilalap api, Sabtu (17/1/2026) lalu.

Empat hari pascakebakaran, kehadiran Bupati Pasaman, Welly Suhery, menjadi penguat di tengah kepedihan. Saat rombongan tiba, Yusraini didampingi Misdawati (40), anak dari saudaranyamelangkah maju menyambut. Tanpa banyak kata, tangan renta Yusraini menggenggam tangan Bupati. Seketika, air matanya jatuh berurai. Tangis terisak pecah, bahunya naik turun, meluapkan duka yang terpendam sejak musibah itu terjadi.

banner 728x90

Bupati Welly membalas genggaman tersebut dengan erat, lalu merangkul Yusraini, membiarkan momen empati itu mengalir tanpa sekat.

“Saya datang ke sini bukan hanya sebagai Bupati, tetapi sebagai keluarga. Saya bisa merasakan betapa perihnya kehilangan semua yang dimiliki dalam sekejap,” ujar Bupati Welly dengan suara lirih.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman hadir sepenuhnya untuk warganya yang tertimpa musibah.

“Ini ujian yang sangat berat. Tapi Ibu Yusraini dan Ibu Misdawati tidak sendiri. Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman akan selalu ada untuk masyarakatnya,” tambahnya.

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Bupati Welly didampingi Asisten I Asrial, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kadis Sosial Arma Putra, Kalaksa BPBD Mardianto, serta Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M beserta jajaran. Turut hadir Kapolsek Duo Koto, Camat Duo Koto, Wali Nagari Simpang Tonang Selatan, dan unsur terkait lainnya.

Rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan dua rumah—satu semi permanen dan satu permanen—hingga rata dengan tanah. Pada kesempatan itu, Bupati Welly menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan berasal dari BAZNAS Kabupaten Pasaman sebesar Rp10 juta, yang dibagi rata untuk kedua korban kebakaran.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Semoga dapat sedikit meringankan beban,” ujar Bupati.

Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Pasaman menyalurkan bantuan sembako berupa beras, makanan siap saji, perlengkapan tidur, serta pakaian. Sementara BPBD Pasaman memberikan bantuan berupa hygiene kit, tikar, dan bahan pangan tambahan. Seluruh bantuan disalurkan langsung dan dipastikan diterima oleh para korban.

Baca Juga :

Seminar Nasional Tuanku Rao Digelar di Pasaman, Bupati Welly Suhery Dorong Pengusulan Pahlawan Nasional

Dengan suara bergetar, Yusraini menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih, Pak Bupati… rumah habis, semua barang juga habis. Terima kasih sudah datang dan membantu kami,” ucapnya lirih.

Hal senada disampaikan Misdawati.

“Kami bersyukur masih diberi kesehatan. Yang lain, insyaallah bisa diusahakan kembali,” katanya.

Yusraini menceritakan, saat peristiwa kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong. Ia tengah berada di masjid untuk mengikuti pengajian peringatan Isra Mi’raj. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, api diduga berasal dari percikan pada meteran listrik, kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Api cepat sekali membesar,” tuturnya.

Untuk sementara, Yusraini kini menumpang tinggal di rumah kerabat yang masih satu kampung sambil menunggu proses pembangunan kembali tempat tinggalnya.

Di akhir kunjungan, Bupati Welly mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik.

“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Instalasi listrik harus dicek secara berkala. Jika sudah berumur, segera laporkan ke pihak terkait seperti PLN. Jangan menunggu sampai musibah terjadi,” pungkasnya. (Joni)

BacaJuga :

Revisi Rencana Induk, Menteri PU Minta Tambahan Rp23 Triliun demi ‘Bentengi’ Sungai Sumatra

banner 728x90