
Jakarta,kabarins.com– Borneo FC Samarinda dijadwalkan menjamu Semen Padang FC pada pekan ke-29 Liga Super di Stadion Segiri, Sabtu (25/04/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi momentum krusial bagi tuan rumah untuk merebut puncak klasemen.
Baca juga:Prabowo Dorong Hilirisasi Nasional, Bahas Investasi Strategis Bersama Rosan Roeslani di Hambalang
Saat ini, Pesut Etam menempati posisi kedua dengan koleksi 63 poin, hanya terpaut dua angka dari Persib Bandung di puncak. Kemenangan atas Semen Padang akan langsung mengantarkan tim ke posisi teratas klasemen sementara.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, berharap dukungan penuh suporter di Stadion Segiri dapat menjadi energi tambahan bagi tim. Apalagi, tren positif tengah mengiringi performa mereka dengan catatan tujuh laga tanpa kekalahan, termasuk tiga kemenangan beruntun.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan pentingnya meraih poin penuh dalam setiap laga di fase krusial musim ini.
“Setiap laga adalah final. Kita harus meraih poin penuh jika ingin tetap berada di papan atas,” tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (24/04/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan wasit yang objektif di akhir kompetisi guna menjaga integritas pertandingan di tengah persaingan ketat.
Tekanan Berat untuk Semen Padang

Di sisi lain, kondisi kontras dialami tim tamu. Semen Padang FC saat ini berada di peringkat ke-17 dengan 20 poin dan masih terjebak di zona degradasi.
Tim asuhan Imran Nahumarury datang ke Samarinda dengan tren negatif setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Situasi semakin sulit akibat badai cedera yang menghantam sejumlah pemain kunci.
Beberapa nama yang dipastikan absen antara lain Alhassan Wakaso, Irsyad Maulana, Samuel Christianson, dan Wahyu Agong.
Baca juga:Pep Guardiola Diincar Timnas Italia, Siap Tinggalkan Manchester City?
Wakaso dilaporkan mengalami cedera lutut dengan masa pemulihan empat hingga enam pekan. Sementara Christianson dan Wahyu Agong harus menepi akibat cedera otot paha dan hamstring.
Saat ini, Semen Padang terpaut tujuh poin dari Persis Solo yang berada di batas aman. Dengan enam pertandingan tersisa, setiap laga menjadi penentu nasib Kabau Sirah untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit, dengan dua kepentingan besar yang saling bertabrakan: ambisi juara Borneo FC dan perjuangan hidup-mati Semen Padang di papan bawah klasemen.(*01L)
Baca juga:Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana

