Pasaman, Kabarins.com — SUASANA pertemuan berlangsung cair. Di hadapan camat, wali nagari beserta jajaran, guru, kepala sekolah, perangkat nagari dan masyarakat, satu per satu aspirasi disampaikan kepada Donizar.
Persoalan pendidikan menjadi salah satu yang mengemuka. Kepala SDN 12 Koto Rajo, Irwan, menyampaikan masih adanya sekolah dasar di Kecamatan Rao Utara yang belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Untuk makan bergizi gratis, belum menyentuh SD di kecamatan. Kami minta diperjuangkan,” kata Irwan.
Bagi sekolah, program tersebut tidak hanya menyangkut makanan yang diterima siswa. Aspirasi itu disampaikan agar manfaat program pemerintah tersebut juga dapat dirasakan anak-anak sekolah dasar di wilayah Rao Utara.
Cerita lain datang dari warga yang pernah membawa anaknya berobat ke rumah sakit di Padang. Dalam situasi ketika keluarga harus menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman, keberadaan Rumah Singgah Sahabat Donizar menjadi tempat yang sangat membantu.
Warga tersebut menyampaikan terima kasih kepada Donizar karena rumah singgah yang disiapkannya telah memberikan kemudahan bagi keluarga pasien dari daerah. Dengan kata lain, tak perlu lagi keluar uang untuk cari penginaoan karena sudah ada Rumah Singgah.
“Kami berterima kasih ketika anak berobat ke rumah sakit di Padang, ada rumah singgah dan kami disambut langsung oleh Bapak Donizar. Rumah Singgah Donizar sangat memberi manfaat kepada kami. Kami berharap rumah singgah ini terus ada,” ujar warga itu penuh harap.
Aspirasi kemudian bergeser pada kebutuhan fasilitas keagamaan. Warga menyampaikan usulan perbaikan masjid di Lubuk Ijau, termasuk kebutuhan untuk mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.
Usulan serupa juga disampaikan terkait Surau Suluk. Warga berharap perhatian terhadap tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan pembangunan.
Tak hanya itu, guru SMA Negeri 1 Rao Utara turut menyampaikan persoalan fasilitas sekolah. Mereka meminta perbaikan pagar sekolah untuk menunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.
Sementara dari pemerintahan kecamatan, muncul aspirasi terkait pembangunan kantor camat. Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bantuan untuk kegiatan wirid Yasin dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Mendengarkan satu per satu aspirasi itu, Donizar mengatakan seluruh usulan masyarakat akan menjadi perhatian. Ia menyebut perjuangan di DPRD tidak berhenti pada menerima aspirasi, tetapi harus diikuti dengan upaya menghadirkan program yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Donizar mengatakan dirinya akan mengupayakan dukungan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Sumbar untuk sejumlah titik di wilayah tersebut. Penyalurannya, kata dia, akan disesuaikan dengan kebutuhan yang disampaikan masyarakat dan hasil kesepakatan bersama.
“Pokir ini bukan untuk keinginan pribadi. Kita lihat apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Mana yang menjadi prioritas, kita sepakati bersama. Insya Allah, untuk beberapa titik akan kita perjuangkan melalui Pokir,” ujar Donizar.
Ia menyebut fasilitas keagamaan seperti Surau Suluk juga menjadi salah satu aspirasi yang akan diperhatikan. Menurutnya, pembangunan maupun perbaikan fasilitas masyarakat harus didasarkan pada kebutuhan yang memang dirasakan langsung warga.
“Termasuk Surau Suluk, kalau memang itu yang menjadi kebutuhan masyarakat dan sudah menjadi kesepakatan bersama, tentu akan kita perjuangkan,” tutur pria murah senyum ini.
Donizar juga meminta masyarakat menyampaikan kebutuhan secara terbuka. Menurutnya, komunikasi langsung seperti dalam kegiatan reses penting agar program yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Di sela pertemuan, Donizar turut mengingatkan masyarakat mengenai politik uang. Ia mengajak warga menggunakan hak politik dengan penuh tanggung jawab dan tidak menjadikan pemberian uang sebagai ukuran dalam menentukan pilihan.
“Tidak politik uang, tapi pakai politik tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan itu disampaikan Donizar di tengah dialog dengan masyarakat. (*02)
Baca Juga:16 Paket Besar Ganja Disita, Polres Pasaman Persempit Jalur Peredaran Narkoba di Lintas Sumatera





