Padang, Kabarins.com — Kesungguhan PT Nindya Karya dalam menangani dampak bencana banjir besar di kawasan Gunung Nago menuai apresiasi luas dari masyarakat. Proyek penanganan darurat yang dilakukan pascabanjir pada akhir Oktober 2025 itu dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memulihkan aktivitas warga.
Warga yang sebelumnya diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun, kini mulai merasakan ketenangan. Upaya penanganan yang dilakukan di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji disebut efektif mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam permukiman.
“Aspek penanganan darurat yang dilakukan kontraktor Nindya Karya benar-benar kami rasakan manfaatnya. Alhamdulillah, sekarang kami lebih tenang,” ujar Asril, salah seorang warga, kepada media.
Ia menjelaskan, pembangunan tanggul di pinggir sungai berhasil menahan derasnya aliran air, sehingga tidak lagi meluap ke rumah warga saat musim hujan. Kondisi ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan situasi sebelumnya.
“Kami bersyukur, hingga saat ini tidak ada lagi air sungai yang masuk ke rumah warga. Kami berharap pembangunan permanen di Batang Kuranji, khususnya di Gunung Nago, segera direalisasikan,” tambahnya.
Selain menyampaikan apresiasi, masyarakat juga berharap adanya langkah lanjutan. Di antaranya adalah pembersihan material sisa banjir seperti batang kayu yang masih berserakan, serta penanganan aliran sungai baru yang terbentuk pascabencana.
“Kami berharap ada bantuan untuk membersihkan sisa-sisa kayu bekas banjir dan mencarikan solusi terbaik terkait aliran sungai baru,” harap Asril.

Baca Juga:Bupati Welly: Pasaman Usulkan Penguatan Energi Panas Bumi dan Infrastruktur di Musrenbang RKPD 2027
Apresiasi serupa juga disampaikan Dodi Nofriadi, warga Lambung Bukit. Ia menilai, selain meningkatkan perlindungan terhadap bencana, proyek ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan penanganan darurat membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Di sisi lain, kembalinya fungsi irigasi di wilayah Pasar Baru juga membantu masyarakat terhindar dari ancaman kekeringan.
“Dengan adanya pekerjaan ini, kami tidak hanya merasa lebih aman, tetapi juga mendapatkan peluang kerja. Aliran irigasi yang kembali normal juga sangat membantu,” ungkap Dodi.
Dukungan masyarakat ini menjadi indikator bahwa penanganan darurat yang dilakukan tidak hanya berdampak pada aspek teknis kebencanaan, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan ekonomi warga. Ke depan, masyarakat berharap upaya ini dapat dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur permanen guna memastikan mitigasi bencana yang lebih berkelanjutan.(*02)
Baca Juga:Tim Ahli DPRD Sumbar Bahas Strategi Tingkatkan PAD Lewat Pembenihan Udang Vaname





