Pasaman, Kabarins.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman menilai capaian pembangunan daerah selama satu tahun terakhir menunjukkan tren positif dan memberi optimisme bagi masyarakat. Sejumlah indikator strategis mengalami perbaikan yang dinilai menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kabupaten Pasaman berjalan pada jalur yang tepat atau on the track.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriani, di sela Konferensi Pers Bupati dan Wakil Bupati Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, Senin (25/5/2026).
Menurut Nita, berdasarkan data statistik terbaru, angka kemiskinan di Kabupaten Pasaman berhasil ditekan menjadi 6,02 persen. Sementara ketimpangan ekonomi juga mengalami penurunan yang tercermin dari Koefisien Gini sebesar 0,207.
Selain itu, tingkat kesejahteraan masyarakat turut menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman naik dari 70,61 menjadi 71,57.
“Capaian ini menunjukkan bahwa program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai memberikan hasil nyata dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Nita.
Ia menegaskan, pembangunan yang berkualitas harus didukung oleh data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:Satu Tahun Kepemimpinan Welly–Parulian Tegaskan Pembangunan Harus Terukur dan Berdampak Nyata
Sebagai lembaga penyedia data statistik sekaligus pembina Sistem Data Indonesia (SDI), BPS juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menjadikan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.
Menurutnya, penguatan tata kelola data sektoral menjadi langkah penting agar proses perencanaan, penganggaran, monitoring, hingga evaluasi pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.
Ke depan, BPS berharap sinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pasaman semakin kuat, terutama dalam mewujudkan sistem data yang terintegrasi dan berkualitas.
Selain itu, BPS juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor unggulan daerah, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Nita menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Di sisi lain, pemerataan pembangunan infrastruktur serta layanan dasar dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah maupun kelompok masyarakat.
“BPS berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan Kabupaten Pasaman melalui penyediaan data statistik yang berkualitas dan pembinaan statistik sektoral demi terwujudnya Pasaman yang maju, sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.





