PASAMAN, Kabarins.com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman melakukan monitoring pelaksanaan program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Nagari Tanjuang Baringin Selatan, Kabupaten Pasaman.
Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program ketahanan pangan, sekaligus meninjau Rumah Pangan B2SA, termasuk ketersediaan peralatan, perlengkapan, serta proses pengolahan produk pangan lokal berupa kopi biji salak dan serundeng.
Tim monitoring Bapanas yang dipimpin Maya meninjau proses produksi guna memastikan kegiatan Rumah Pangan B2SA berjalan dengan baik. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan produk lokal agar memiliki kualitas yang lebih baik dan berdaya saing di pasaran.
Dalam arahannya, Maya menyampaikan bahwa pengelola Rumah Pangan B2SA perlu terus meningkatkan mutu produk yang dihasilkan agar lebih mudah dipasarkan dan mampu menarik minat konsumen.
Selain peningkatan kualitas, pengelola juga diingatkan untuk melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan kepada Badan Pangan Nasional. Pelaporan tersebut penting sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi agar keberlangsungan program Rumah Pangan B2SA tetap terjaga.

Sementara itu, Penjabat (Pj.) Wali Nagari Tanjuang Baringin Selatan, Feria Hendra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman atas dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di nagarinya.
Baca Juga: Tim Elang Timur Polres Pasaman Bekuk Empat Orang Jaringan Pengedar Sabu di Simpang Tiga Andilan
Ia mengapresiasi alokasi anggaran yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan makanan B2SA dan pengembangan Rumah Pangan B2SA sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menurutnya, dukungan lintas instansi tersebut menjadi kesempatan bagi nagari untuk mengembangkan potensi pangan lokal, meningkatkan keterampilan pengolahan hasil pangan, serta mendorong produk masyarakat agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan program B2SA di Nagari Tanjuang Baringin Selatan dapat berjalan secara berkelanjutan. Penguatan kualitas produksi, pengelolaan yang baik, dan pemasaran yang lebih luas diharapkan mampu menjadikan produk lokal seperti kopi biji salak dan serundeng sebagai produk unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal, dengan mengedepankan prinsip pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi masyarakat. (02).





