Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda, Kuasai AI Tanpa Kehilangan Karakter

PADANG, Kabarins.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, tanpa kehilangan karakter, moral, dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang digelar Yayasan Ruangguru bersama ASEAN Foundation tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pelajar dan pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Ruangguru, ASEAN Foundation, dan Pemprov Sumbar dalam menghadirkan program literasi AI. Ia menilai teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas, mempercepat pekerjaan, serta menciptakan efisiensi, khususnya di bidang pendidikan.

“AI memberikan banyak kemudahan, efisiensi, dan percepatan. Namun, teknologi tidak memiliki karakter dan moral. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar AI menjadi alat yang kita kendalikan, bukan justru mengendalikan kita,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Sementara itu, para siswa perlu dibiasakan untuk tidak menerima begitu saja setiap informasi yang diperoleh melalui teknologi digital maupun AI, tetapi mampu menguji dan mempertanyakannya.

Baca Juga:Tersengat Kabel Listrik hingga Luka Bakar Serius, Bupati Welly Suhery Jenguk Anis di RSUD TIB

“Anak-anak kita jangan hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus mampu mempertanyakan informasi tersebut. Kemampuan bertanya, memeriksa, dan berpikir kritis harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari karakter masyarakat Minangkabau yang terbiasa menggunakan akal dan pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan kejujuran, akhlak, dan karakter generasi muda.

“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan karakter, kejujuran, dan akhlak. Jangan sampai teknologi menguasai kita; kitalah yang harus mengendalikan dan memanfaatkannya untuk kebaikan,” katanya.

Head of Programme ASEAN Foundation, Ilan Asqolani menjelaskan Program AI Ready ASEAN yang didukung Google.org diarahkan untuk memperkuat kesiapan masyarakat ASEAN dalam menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 8,6 juta penerima manfaat di 10 negara ASEAN.

Khusus di Indonesia, AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,4 juta penerima manfaat, melampaui target awal sekitar 2,7 juta orang. Ilan menegaskan, program tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat menjadi pengguna AI, tetapi juga membangun kemampuan untuk memahami, mempertanyakan, serta mengenali risiko dan keterbatasan teknologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Mahyan melaporkan pelatihan diikuti seluruh kepala SMA/SMK se-Sumbar beserta wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sebanyak 1.000 siswa SMA/SMK dari Kota Padang hadir secara langsung, sementara peserta dari daerah lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

“Kami berharap pelatihan ini mendorong guru melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran, sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan AI,” ujar Mahyan. (*02)

Baca Juga:Ikuti Prokasih di Sungai Panapa, Bupati Pasaman Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai