Pegadaian Hadir di Mentawai, Tabungan Emas Disambut Antusias UMKM dan ASN

Avatar photo
Pegadaian menghadirkan layanan Colocation di Tuapejat, Kepulauan Mentawai, sejak September 2026. Kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama pelaku UMKM dan ASN yang mulai memanfaatkan tabungan emas sebagai investasi masa depan.

PADANG, Kabarins.com – Butuh satu abad lebih bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, bisa mendapatkan layanan langsung dari PT Pegadaian (Persero). Persis pada September 2026, menjadi sejarah awal wilayah terluar ini memiliki Colocation Pegadaian yang hadir di Tuapejat yang berada di Pulau Sipora. Persoalan cukup lamanya Pegadaian bisa hadir melayani secara langsung masyarakat di Kepulauan Mentawai ini, bukan tanpa alasan. Menurut Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, pada setiap pembukaan layanan cabang atau seperti colocation itu, Pegadaian mempunyai penilaian tertentu. Seperti halnya di Mentawai itu, Pegadaian bersinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding Ultra Mikro (UMi) dengan Pegadaian.

Karena dalam memberikan layanan ke masyarakat ini, berada satu atap dengan BRI Cabang Mentawai. “Sejak hadir pada September 2026 dan hingga data terakhir di bulan Oktober 2026 ini, ternyata terjadi tren pertumbuhan nasabah dan tabungan emas,” katanya, Rabu (28/10/2026).

Meski berada di daerah kepulauan, nasabah Pegadaian di Mentawai bukan didominasi dari masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tapi, yang paling banyak itu berasal dari masyarakat kalangan pelaku UMKM dan aparatur sipil negara (ASN). Begitupun program yang diikuti masyarakat, tidak ada yang melakukan gadai emas, tapi semua nasabah yang tercatat hingga Oktober 2026 ini, merupakan nasabah tabungan emas.

“Kami tentu merasa senang mendapat respons yang begitu besar dari masyarakat Mentawai. Hal ini, tentu menjadi komitmen kami untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Mentawai,” ujarnya.

Adanya antusias yang tinggi dari masyarakat ini, Heru menilai Pegadaian menjadi pilihan alternatif pembiayaan bagi penduduk di Mentawai. Dia mengatakan meski saat ini layanan baru hadir di kawasan pusat ibu kota Mentawai yakni di Tuapejat, tidak tertutup kemungkinan layanan Pegadaian bisa terus diperluas ke pulau-pulau lainnya yang ada di Mentawai. Namun, untuk mewujudkan perluasan layanan ke pulau-pulau lainnya itu, Pegadaian tentu perlu melihat kondisi perkembangan layanan yang ada di Colocation Pegadaian Mentawai di Tuapejat tersebut. “Yang jelas, soal layanan ini sebenarnya tidak harus masyarakat datang langsung ke kantor. Karena kami juga sudah memiliki aplikasi super apps yakni Tring!. Artinya dengan mengakses Tring!, siapapun bisa menikmati layanan dan program-program yang ada di Pegadaian,” jelasnya.

Baca Juga:Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Si Propam Polres Pasaman Periksa Disiplin dan Kelengkapan Personel

Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Terandam Padang, Fuad Prima Putra menambahkan bukti dari adanya respons yang positif dari masyarakat Mentawai, bahkan per harinya itu ada membeli emas di Pegadaian. “Kami mencatat transaksinya bisa 3 orang yang membeli emas ke Pegadaian per harinya, dan tidak yang gadai emas itu,” tegasnya.

Fuad bilang melihat tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai investasi masa depan, dimana seiring waktu berjalan, emas bisa menjadi sandaran memenuhi kebutuhan. “Sekarang, masyarakat di daerah kepulauan sudah memperlihatkan minat dan pengetahuan yang bagus bahwa emas paling aman untuk berinvestasi bagi masa depan,” ujar dia.

Oleh karena itu, dengan hadirnya Pegadaian di Kepulauan Mentawai, dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk pembiayaan dan investasi emas. Sementara itu, Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Area Padang, Busra Adianto mengatakan secara keseluruh jumlah nasabah PT Pegadaian Area Padang telah mencapai 123.600 nasabah, dan ratusan ribu nasabah tersebut telah mengakses Tring. “Kami juga mencatat sebagian besar nasabah Pegadaian adalah para wanita dan sebagian kecil adalah laki-laki,” ungkapnya.

Mendominasinya perempuan dalam hal mengakses layanan Pegadaian ini, karena beriringan dengan kebiasaan masyarakat Sumbar yang suka berinvestasi emas, terutama yang untuk emas perhiasan. Kini, seiring zaman berlalu, semenjak hadirnya layanan digital melalui Tring ini, tidak dapat dipungkiri semakin mudah dan semakin luas masyarakat membuka tabungan emas di Pegadaian. “Cukup lewat ponsel pintar saja, sudah bisa buka tabungan emas di Pegadaian. Bahkan ada banyak transaksi lainnya sebenarnya bisa dilakukan melalui Tring!, dan hal ini juga lah menjadikan nasabah setia dengan Tring!,” tutupnya. (02)