Jakarta, Kabarins.com – Dampak bencana alam yang menyapu wilayah Sumatra ternyata meninggalkan jejak kerusakan infrastruktur transportasi yang jauh lebih parah dari perkiraan awal. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka peta kerusakan sekaligus menyodorkan angka kebutuhan anggaran yang fantastis. Kementerian Perhubungan membutuhkan dana segar sebesar Rp1,47 triliun untuk menghidupkan kembali denyut nadi transportasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sempat lumpuh.
Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan dana terbesar dalam proposal pemulihan ini, yakni mencapai Rp814,80 miliar. Angka tersebut mencerminkan tingkat kerusakan masif yang terjadi di provinsi paling barat Indonesia itu. Menhub merinci bahwa kerusakan tidak hanya melumpuhkan tiga Terminal Tipe A dan tiga Terminal Tipe B, tetapi juga menghantam jalur logistik vital. Jalur kereta api lintas Muara Satu-Kuta Blang sepanjang 30 kilometer kini dalam kondisi kritis dengan 65 titik kerusakan. Belum lagi hilangnya fasilitas keselamatan jalan seperti rambu dan lampu penerangan yang membuat mobilitas malam hari di wilayah tersebut menjadi sangat berisiko.
Baca Juga: Bursa Saham ‘Kiamat’ Kena Trading Halt, Rupiah Justru Perkasa ke Rp16.700. Ada Apa?
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra Utara yang membutuhkan suntikan dana Rp544,89 miliar. Fokus perbaikan di wilayah ini menyasar tulang punggung transportasi massal, yakni jalur kereta api lintas Medan-Binjai hingga Besitang. Bencana alam telah merusak total 99 kilometer lintasan rel di 88 titik lokasi, sebuah pukulan telak bagi konektivitas antar-kota di provinsi tersebut. Selain itu, kerusakan pada guardrail dan alat pemberi isyarat lalu lintas di jalan raya semakin memperburuk potensi kecelakaan pascabencana.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, Kementerian Perhubungan mengalokasikan kebutuhan dana sebesar Rp112,78 miliar. Prioritas utama di Ranah Minang adalah memulihkan jalur kereta api lintas Padang-Lubuk Alung-Kayu Tanam sepanjang 52 kilometer yang terdampak di delapan titik lokasi. Dudy menegaskan bahwa pemulihan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan logistik dan ekonomi masyarakat tidak mati suri terlalu lama. Langkah cepat ini diambil mengacu pada Rencana Aksi Percepatan Rehabilitasi yang terintegrasi, dengan target utama mengembalikan fungsi bandara sebagai simpul tanggap darurat dan menormalkan arus barang secepat mungkin. (15)
Baca Juga: Indonesia Masuk Radar ‘Pengawasan’ Investor Global, Pasar Surat Utang Mulai Minta Bayaran Lebih







