PADANG, Kabarins.com – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai persiapan untuk mewujudkan target sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang gastronomi. Salah satu strategi yang dijalankan adalah mengembangkan kawasan Kota Tua Batang Arau sebagai pusat wisata kuliner yang mengangkat kekayaan budaya dan cita rasa multietnis.
Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar karena menjadi titik pertemuan beragam tradisi kuliner, mulai dari Minangkabau, Tionghoa, India hingga Nias. Keberagaman itu diharapkan menjadi daya tarik utama dalam mendukung pencalonan Kota Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, mengatakan pengembangan kawasan dilakukan melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) bersama masyarakat dan komunitas. Penataan tidak hanya difokuskan pada aspek kuliner, tetapi juga peningkatan kualitas kawasan secara menyeluruh.
Baca Juga:Wali Kota Padang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem
Menurutnya, sejumlah OPD telah mengambil peran sesuai kewenangannya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menangani peningkatan infrastruktur jalan, Dinas Perhubungan memperkuat fasilitas penerangan, sementara Dinas Lingkungan Hidup melakukan penataan kebersihan, penghijauan, serta ruang terbuka agar kawasan Kota Tua semakin nyaman bagi wisatawan.
Selain pembenahan kawasan, Pemko Padang juga menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha kuliner di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi gastronomi Kota Padang.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Padang optimistis dapat menghadirkan kawasan wisata kuliner yang tidak hanya mempertahankan kekayaan tradisi multietnis, tetapi juga memenuhi standar internasional sebagai salah satu syarat menuju keanggotaan UNESCO Creative Cities Network bidang gastronomi. (*02)
Baca Juga:Mahasiswa Unand Mulai Ekspedisi Andalas 2026, Bupati Pasaman: Pengabdian Harus Hadir Membawa Harapan





