PASAMAN, Kabarins.com — Aksi pencurian kotak infak Masjid Jami’ Taqwa di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.35 WIB. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV masjid dan kini menjadi perhatian pengurus.
Akibat kejadian itu, pengurus masjid memperkirakan kerugian materi mencapai Rp500.000. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria yang diduga mengambil uang dari kotak infak setelah merusak gembok pengaman.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pria tersebut terlihat mendatangi area masjid sambil memperhatikan kondisi di sekitarnya. Setelah memantau situasi, pria itu kemudian mendekati kotak infak, merusak gemboknya, lalu mengambil uang yang tersimpan di dalamnya.
Ketua Pengurus Masjid Jami’ Taqwa, Khairul Amri, mengatakan bahwa pengurus masjid sebenarnya telah mengumpulkan uang yang berada di dalam kotak infak pada Jumat siang, sehari sebelum kejadian.
“Sebelum kejadian, yaitu pada Jumat siang, kami sudah memungut dan mengumpulkan isi uang yang berada di dalam kotak infak tersebut,” ujar Khairul.
Dengan demikian, uang yang berada di dalam kotak infak saat peristiwa itu terjadi merupakan sisa setelah pengumpulan sebelumnya. Meski demikian, nilai kerugian yang diperkirakan mencapai Rp500.000 masih mengacu pada keterangan pengurus masjid.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pengurus masjid menyebarluaskan rekaman CCTV melalui media sosial dengan harapan dapat membantu memperoleh informasi mengenai identitas pria yang terekam dalam video tersebut.
Pengurus juga telah melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas setempat untuk ditindaklanjuti. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai upaya pencegahan, pengurus Masjid Jami’ Taqwa berencana meningkatkan pengamanan di lingkungan masjid, termasuk memperhatikan keamanan kotak infak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan rumah ibadah dan fasilitas umum. Masyarakat yang memiliki informasi relevan diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak berwenang agar penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai identitas pria yang terekam dalam CCTV maupun perkembangan lebih lanjut dari penanganan laporan tersebut. (*02).





