Rumah Sempit yang Hampir Tak Layak Huni di Luhak Nan Duo Disambangi Gubernur, Air Mata Haru Keluarga Jhon Ervan Pecah Saat Terima Bantuan

Pasaman, Kabarins.com — Rumah kayu sederhana di Pasar Paneh, Jorong Kapar Selatan, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, siang itu tampak seperti hari-hari biasanya. Dinding papan yang mulai lapuk dan atap seng yang bocor menggambarkan kehidupan sederhana keluarga Jhon Ervan.

Rumah kecil itu berdiri sederhana di tengah pemukiman warga. Sebagian papan dinding terlihat mulai rapuh dimakan usia, sementara beberapa bagian atap sudah tidak lagi rapat menutup rumah.

banner 728x90

Ketika hujan turun, air kerap menetes dari celah-celah seng yang bocor. Lantai rumah sederhana itu sering basah, membuat keluarga harus berusaha tetap nyaman di ruang yang sempit.

Di rumah itulah Jhon Ervan (36) tinggal bersama istrinya Elvi Novia (35) dan dua anak mereka yang masih kecil. Salah satu anak mereka bahkan mengalami kondisi stunting, sementara Elvi sehari-hari mengajar mengaji untuk membantu perekonomian keluarga.

Sebagai seorang satpam di salah satu perusahaan di Pasaman Barat, penghasilan Jhon hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memperbaiki rumah yang sempit dan hampir tidak layak huni itu selama ini hanya menjadi harapan yang belum mampu mereka wujudkan.

Rumah Sempit yang Menyimpan Banyak Harapan

Di dalam rumah sederhana tersebut, hampir seluruh aktivitas keluarga berlangsung dalam ruang yang terbatas. Perabot rumah tangga tersusun rapat di setiap sudut ruangan.

Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga kecil itu tetap menjalani hari-hari mereka dengan penuh kesabaran. Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak selalu mereka panjatkan dalam doa.

Baca Juga:Infak Jamaah Mengalir untuk Anak Negeri: Bupati Welly Suhery Salurkan Santunan kepada 206 Anak Yatim dan Piatu di Pasaman

Kedatangan Tak Terduga Menjelang Berbuka

Suasana rumah itu mendadak berbeda pada Rabu (11/3/2026) sore. Rombongan Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat datang berkunjung ke rumah keluarga tersebut.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, datang langsung meninjau kondisi rumah Jhon Ervan di sela kegiatan Safari Ramadan dan menjelang waktu berbuka puasa.

Kehadiran gubernur di rumah sederhana itu membuat suasana haru terasa. Keluarga Jhon tidak pernah menyangka rumah mereka akan didatangi langsung oleh orang nomor satu di Sumatera Barat.

“Kedatangan kami ke sini untuk melihat langsung kondisi rumah Pak Jhon Ervan. Setelah kita lihat, rumah ini memang layak untuk dibantu agar keluarga dapat tinggal lebih aman dan nyaman,” ujar Mahyeldi.

Air Mata Haru Saat Bantuan Diserahkan

Di hadapan keluarga tersebut, Mahyeldi menyerahkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp25 juta yang bersumber dari program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, keluarga Jhon juga menerima bantuan tambahan sebesar Rp2,5 juta dari Bank Nagari serta paket sembako untuk kebutuhan berbuka puasa.

Mendengar kabar itu, Jhon Ervan tidak mampu menahan haru. Matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan yang menurutnya sangat berarti bagi keluarganya.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan rumah sederhana yang selama ini ia tempati akan dikunjungi langsung oleh gubernur.

“Terima kasih Pak Gubernur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Benar-benar menjadi berkah di bulan Ramadan,” ucap Jhon dengan suara bergetar.

Bagi keluarga kecil itu, bantuan tersebut bukan sekadar uang untuk memperbaiki rumah. Lebih dari itu, bantuan itu menjadi harapan baru agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan nyaman di tempat tinggal mereka. (*02).

Baca Juga:Sidang Kasus Penganiaayaan, Nek Saudah Tak Mengetahui Siapa yang memukul

banner 728x90