Jakarta, Kabarins.com – Jumat pagi, 30 Januari 2026, seharusnya menjadi momen yang melegakan bagi pelaku pasar modal Indonesia. Setelah didera badai kepanikan selama dua hari berturut-turut yang memaksa otoritas membekukan perdagangan sementara (trading halt), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan (rebound). Namun, di tengah grafik yang mulai merangkak naik, sebuah kejutan besar justru datang dari menara Bursa Efek Indonesia. Iman Rachman, sang nahkoda bursa, secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya.
Dalam pernyataan singkat yang disampaikan tanpa sesi tanya jawab, Iman menegaskan bahwa keputusannya ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral tertinggi atas kekacauan pasar yang terjadi belakangan ini. Guncangan hebat yang dipicu oleh penyesuaian indeks MSCI terkait free float memang telah memukul telak kepercayaan investor, menyebabkan IHSG lumpuh dan mekanisme pasar terhenti dua kali dalam 48 jam terakhir. Bagi Iman, integritas pasar modal berada di atas jabatan pribadinya.
Baca Juga: Gila! Emas Tembus US$5.500 Hari Ini, Spekulasi Lengsernya Powell Bikin Pasar Panik Beli
“Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement—dan ini tidak ada tanya-jawab—bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” ucap Iman dengan nada tenang namun tegas. Pernyataan ini sontak mengubah atmosfer di lantai bursa dari kelegaan menjadi keterkejutan.
Langkah Iman ini bisa dibaca sebagai upaya “martir” untuk memulihkan kepercayaan publik dan investor asing yang sempat runtuh. Ia secara eksplisit menyampaikan harapannya agar pengorbanan ini dapat menjadi titik balik bagi pasar modal Indonesia untuk kembali stabil. “Saya percaya bahwa ini bentuk tanggung jawab dan mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” tambahnya menutup pernyataan.
Kepergian Iman Rachman meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi otoritas pasar modal. Meski IHSG pagi ini berhasil bangkit dari keterpurukan, trauma akibat volatilitas ekstrem dan keputusan kontroversial MSCI masih membekas. Pasar kini menanti siapa sosok yang cukup berani mengambil alih kemudi di tengah badai ketidakpastian yang belum sepenuhnya reda ini. (15)







