Pasaman, Kabarins.com – Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi, mendampingi Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, dalam peresmian Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Jorong Kampung Alai, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.
Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap berbagai sektor pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi karena berada di tanah kelahiran pahlawan nasional, Tuanku Imam Bonjol. Hal tersebut disampaikan Nelfri Asfandi kepada awak media, Sabtu (1/8/2026), saat di temui dirumah Dinasnya.
“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan pembangunan yang tetap menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu bangsa. Kehadirannya di tanah kelahiran Tuanku Imam Bonjol memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Pasaman,” ujar Nelfri.
Ia menilai pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan berdampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan di Kabupaten Pasaman.
Baca Juga:PS Pemda Pasaman Raih Runner-up Agam Cup II, Deswin: Jadi Motivasi untuk Berprestasi Lebih Baik
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai peresmian jembatan, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno bersama Ketua DPRD Pasaman dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Tuanku Imam Bonjol. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari napak tilas sejarah untuk mengenang sekaligus menghormati perjuangan Tuanku Imam Bonjol dalam melawan penjajahan.
Nelfri mengatakan, kunjungan ke museum tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat kecintaan terhadap sejarah bangsa, khususnya bagi generasi muda.
“Semangat perjuangan Tuanku Imam Bonjol harus terus diwariskan sebagai inspirasi dalam membangun daerah dan menjaga persatuan bangsa,” tutupnya.(*02)





