Dibuka hingga 23 Februari, Ini Cara Lolos Beasiswa LPDP Khusus Perempuan 2026!

Jakarta, Kabarins.com – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka gerbang kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa pada tahun 2026 ini. Namun, ada satu sorotan menarik dalam buku panduan terbaru yang dirilis, yakni alokasi khusus bagi kaum hawa melalui program Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Perempuan. Program ini merupakan buah kolaborasi strategis antara LPDP, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Kementerian Agama, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Visi utama dari jalur khusus ini sangat spesifik: mencetak ulama-ulama perempuan yang mumpuni dalam keilmuan Islam. Oleh karena itu, destinasi studi bagi para penerima beasiswa ini dikunci secara eksklusif hanya untuk Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, dengan fokus pada program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, baik untuk jenjang Magister maupun Doktor.

banner 728x90

Baca Juga: 45 Menit Bersama Zidane: Saat Prabowo Bicara Sepak Bola di Sela Urusan Negara

Pemerintah tidak main-main dalam memberikan dukungan finansial. Skema pembiayaan yang ditawarkan mencakup komponen dana pendidikan yang sangat komprehensif, mulai dari biaya pendaftaran, SPP atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), tunjangan buku, hingga dana bantuan penelitian tesis atau disertasi. Tidak hanya itu, penerima beasiswa juga akan dimanjakan dengan dana pendukung seperti biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga tunjangan keluarga khusus bagi mereka yang menempuh jenjang Doktor.

Bagi perempuan Indonesia yang berminat, persyaratannya dirancang cukup inklusif namun tetap selektif. Secara umum, pendaftar wajib berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun prajurit TNI, diwajibkan melampirkan surat usulan resmi dari pejabat setingkat eselon II atau pejabat SDM di kesatuannya.

Yang menarik adalah persyaratan akademis dan bahasanya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler. Untuk pelamar jenjang Magister, batas usia maksimal ditetapkan 40 tahun dengan IPK minimal 3,00. Sementara untuk jenjang Doktor, batas usia dilonggarkan hingga 45 tahun dengan syarat IPK minimal 3,25.

Baca Juga: Lolos dari Lubang Jarum, IHSG Berbalik Hijau Berkat Aksi Borong BUMI dan BBCA

Dari sisi kemampuan bahasa, LPDP tampaknya memahami peta kemampuan bahasa asing di kalangan santri atau akademisi studi Islam. Syarat sertifikat bahasa Inggris dipatok cukup moderat; pelamar Magister cukup memiliki skor TOEFL ITP minimal 400, dan pelamar Doktor minimal 450. Opsi lain seperti IELTS (4,5 untuk Magister dan 5,0 untuk Doktor) atau Duolingo English Test juga diterima, asalkan sertifikat tersebut diterbitkan paling lambat dua tahun terakhir.

Pendaftaran untuk tahap pertama ini memiliki jendela waktu yang cukup singkat. Proses pendaftaran telah dibuka sejak 22 Januari dan akan ditutup pada 23 Februari 2026. Para kandidat yang lolos seleksi administrasi pada pertengahan Maret akan melanjutkan ke tahap Seleksi Bakat Skolastik pada April, sebelum menghadapi ujian terakhir yakni Seleksi Substansi pada Mei hingga Juni 2026. Jika seluruh tahapan ini berhasil dilalui, para calon ulama perempuan ini dijadwalkan mulai duduk di bangku perkuliahan paling cepat pada Juli 2026. (15)

banner 728x90