DBD di Wilayah Puskesmas Sundata Berstatus KLB, Satu Warga Meninggal, Dinkes Pasaman Gerak Cepat

FOGGING: Plt Kepala Dinas Kesehatan Yong Marzuhaili meyaksikan Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman melakukan fogging di kawasan Sundata, Kecamatan Lubuk Sikaping, Selasa (4/8), menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah tercatat 24 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Pasaman, Kabarins.com – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sundata, Kecamatan Lubuk Sikaping, memaksa Pemerintah Kabupaten Pasaman menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga 31 Juli 2026, tercatat 24 kasus dengan satu pasien meninggal dunia. Jumlah tersebut telah melampaui dua kali lipat rata-rata kasus pada bulan sebelumnya dan memenuhi kriteria KLB sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

Penetapan status KLB tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan epidemiologi yang menunjukkan peningkatan kasus DBD secara signifikan dan meluas di wilayah kerja Puskesmas Sundata.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr. Yong Marzuhaili, mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penanganan begitu status KLB ditetapkan.

“Selasa pagi kami sudah melakukan fogging di titik-titik yang diduga menjadi lokasi berkembang biaknya jentik nyamuk di wilayah Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memutus rantai penularan DBD,” ujarnya.

Selain pengasapan, Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kasus sesuai indikasi untuk mengetahui sumber dan pola penyebaran penyakit.

Baca Juga:Kapolres Pasaman Terima Silaturahmi PBTS, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Di saat yang sama, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus digencarkan secara serentak dengan melibatkan pemerintah nagari, lintas sektor, kader kesehatan, hingga masyarakat.

Dinas Kesehatan juga memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dengan menjamin ketersediaan logistik, reagen pemeriksaan NS1, serta tempat tidur di RSUD maupun puskesmas rawat inap sebagai antisipasi bertambahnya pasien.

Selain penanganan medis, edukasi kepada masyarakat terus diintensifkan agar warga lebih waspada terhadap penyebaran DBD.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi mendadak, nyeri sendi, mual, atau muncul bintik merah pada kulit. Masyarakat juga diharapkan rutin melaksanakan PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing,” kata dr. Yong.

Dinas Kesehatan kata Yong, berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan penyebaran DBD sehingga status KLB di wilayah tersebut dapat segera dikendalikan.(*02)

Baca Juga:Bupati Pasaman Apresiasi Prestasi PS Pemda Pasaman, Runner Up Agam Cup II Jadi Motivasi Raih Prestasi Lebih Tinggi