Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi

PADANG, Kabarins.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mahyeldi menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi tim terkait melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dugaan kejadian tersebut.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan standar pengawasan, kebersihan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Setiap potensi persoalan harus segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait.

Baca Juga:Tersengat Kabel Listrik hingga Luka Bakar Serius, Bupati Welly Suhery Jenguk Anis di RSUD TIB

“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) kemarin. Sebagian di antaranya sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada. Menurutnya, tidak terdapat laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan dan pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.

“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.

Berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi mereka serta menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. (*02).

Baca Juga:Ikuti Prokasih di Sungai Panapa, Bupati Pasaman Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai