Metro  

Museum Tuanku Imam Bonjol Akan Bertransformasi Jadi Smart Museum, Pemkab Pasaman Siapkan Wisata Sejarah Berkelas Nasional

Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran Kementerian Kebudayaan RI dan Disparporabud Pasaman saat rapat koordinasi persiapan revitalisasi Museum Tuanku Imam Bonjol yang akan dikembangkan menjadi Smart and Immersive Museum di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Pasaman, Kabarins.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mematangkan persiapan revitalisasi Museum Tuanku Imam Bonjol di Kecamatan Bonjol. Proyek strategis tersebut akan mengusung konsep Smart and Immersive Museum dengan dukungan anggaran sekitar Rp2,5 miliar guna menghadirkan museum sejarah yang lebih modern, interaktif, dan menarik bagi generasi muda.

Langkah revitalisasi itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kementerian Kebudayaan RI di Tanah Datar. Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Kebudayaan (Disparporabud) Pasaman Raski Vitra, Kepala Bidang Kebudayaan, serta jajaran terkait lainnya.

Selain rapat koordinasi, Direktur Sejarah Kementerian Kebudayaan RI, Agus, juga melakukan kunjungan ke Museum Tuanku Imam Bonjol untuk melakukan monitoring dan sinkronisasi persiapan revitalisasi yang menjadi salah satu program penguatan warisan sejarah nasional.

Sekretaris Disparporabud Pasaman, Raski Vitra, mengatakan revitalisasi museum menjadi kebutuhan mendesak mengingat rendahnya minat kunjungan generasi muda akibat pola penyajian sejarah yang masih konvensional. Padahal, museum yang berada di kawasan garis khatulistiwa tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata sejarah bertaraf nasional bahkan internasional.

“Revitalisasi museum ini merupakan langkah strategis untuk menjaga narasi perjuangan bangsa sekaligus menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” ujarnya.

Dalam konsep yang disiapkan, Museum Tuanku Imam Bonjol akan bertransformasi dari ruang pamer tradisional menjadi pusat pengalaman sejarah berbasis teknologi. Pengunjung nantinya dapat menikmati penyajian sejarah melalui teknologi digital storytelling, video mapping, dan augmented reality (AR) yang mampu menghadirkan suasana Perang Paderi secara lebih hidup dan interaktif.

Baca Juga:Ketua DPRD Pasaman Dampingi Danrem 032/Wirabraja Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Tanah Kelahiran Tuanku Imam Bonjol

Tidak hanya itu, pemerintah juga merancang rebranding kawasan wisata Bonjol dengan mengintegrasikan nilai kepahlawanan Tuanku Imam Bonjol dan daya tarik Tugu Khatulistiwa. Konsep tersebut diharapkan melahirkan paket wisata sejarah, budaya, dan edukasi yang unik serta memiliki daya saing tinggi.

Revitalisasi juga mencakup modernisasi infrastruktur museum, mulai dari penataan pencahayaan berstandar internasional, peningkatan kualitas ruang pamer, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, hingga pengembangan teknologi informasi yang mendukung kenyamanan pengunjung.

Untuk merealisasikan program tersebut, Kementerian Kebudayaan RI telah mengalokasikan bantuan anggaran fisik sebesar Rp2,2 miliar. Sementara total kebutuhan anggaran revitalisasi diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar yang akan digunakan untuk revitalisasi bangunan dan interior, digitalisasi museum, pengembangan koleksi dan storytelling, penyediaan fasilitas pendukung, branding, promosi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa revitalisasi Museum Tuanku Imam Bonjol merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga warisan sejarah bangsa sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Menurutnya, dari sisi ekonomi, proyek tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan UMKM serta ekonomi kreatif di kawasan Bonjol. Dari sisi sosial, keberadaan museum yang lebih modern diharapkan mampu memperkuat literasi sejarah dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Sementara dari sektor pariwisata, revitalisasi ini diyakini mampu menjadikan Museum Tuanku Imam Bonjol sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Sumatera Barat serta memperkuat posisi Kabupaten Pasaman sebagai gerbang wisata budaya di wilayah utara provinsi tersebut.

“Revitalisasi ini bukan sekadar renovasi bangunan. Ini adalah upaya menjaga marwah Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangannya tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegas Welly Suhery.

Dengan perpaduan teknologi modern, edukasi sejarah, dan pengembangan pariwisata, revitalisasi Museum Tuanku Imam Bonjol diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan wisata sejarah di Kabupaten Pasaman sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat pembelajaran sejarah bangsa yang relevan di era digital. (*02)

Baca Juga:PS Pemda Pasaman Raih Runner-up Agam Cup II, Deswin: Jadi Motivasi untuk Berprestasi Lebih Baik