Unes Wisuda 1.287 Lulusan, Perkuat Kolaborasi dengan Unhas dan Peradi Profesional

Universitas Ekasakti (Unes) Padang bersama Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) mewisuda 1.287 lulusan dalam prosesi wisuda ke-61 Unes dan ke-70 AAI di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (31/10/2026). Momentum tersebut juga ditandai dengan penguatan kerja sama akademik bersama Universitas Hasanuddin dan Peradi Profesional.

PADANG, Kabarins.com – Universitas Ekasakti (Unes) Padang bersama Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) mewisuda sebanyak 1.287 lulusan dari 21 program studi yang berada di bawah tujuh fakultas, Sabtu (31/10/2026). Prosesi wisuda tersebut juga menjadi momentum bagi Unes untuk memperluas pengembangan pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional.

Wisuda ke-61 Unes dan ke-70 AAI itu digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Selain menjadi penanda penyelesaian pendidikan para lulusan, kegiatan tersebut turut memperkuat langkah Unes dalam meningkatkan kualitas akademik, mengembangkan pendidikan pascasarjana, serta mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Rektor Unes, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., menyampaikan bahwa wisuda kali ini mengangkat tema “Lulusan yang Cerdas, Berkarakter, dan Berdampak”. Tema tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan intelektual, pembentukan karakter, dan kontribusi nyata lulusan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Para lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menerapkan ilmu pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk, yang menempatkan kemampuan manusia sebagai potensi beragam yang perlu dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing individu.

Unes dan Unhas Kembangkan Pendidikan Pascasarjana

Salah satu agenda penting dalam momentum wisuda tersebut adalah penguatan kolaborasi Unes dengan Universitas Hasanuddin, khususnya dalam pengembangan pendidikan lanjutan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. H. Hamzah Halim, menjelaskan bahwa kerja sama kedua perguruan tinggi mencakup tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada bidang pendidikan, kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung rencana pengembangan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum dan Magister Kenotariatan di Unes. Dalam pelaksanaannya, dosen Unhas berpeluang terlibat dalam proses pembelajaran, pembimbingan, hingga pengujian mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang kita tandatangani tadi dengan Unes itu bergerak dalam tiga ranah ya yang disebut dengan tridarma perguruan tinggih, nah tridarma perguruan tinggi itu ada pendidikan ada penelitian ada pendidian untuk pendidikan kita akan jalankan itu program doktor kemudian untuk magister itu magister kenotariatan yang kita sepakati tadi,” ujarnya.

Hamzah menilai, kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi dosen Unes untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan mengembangkan karier profesional di lingkungan perguruan tinggi.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Mahasiswa program pascasarjana, terutama pada jenjang doktor, memiliki kewajiban publikasi sesuai ketentuan akademik yang berlaku. Keterlibatan dosen dalam kegiatan pendidikan dan penelitian tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas akademik serta pengembangan jabatan fungsional dosen.

“Itu juga bagian untuk mendorong dosen-dosen di unes ini untuk bisa cepat menjadi lektor kepala dan guru besar karena mahasiswa S3 di Undas dan S2 itu wajib melakukan publikasi pada jurnal bereputasi internasional,” katanya.

Selain pendidikan, bidang penelitian menjadi bagian penting dari kemitraan tersebut. Kedua perguruan tinggi berpeluang melakukan riset lintas disiplin untuk mengkaji berbagai persoalan yang berkembang di Sumatera Barat maupun Sulawesi Selatan.

Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menghasilkan rekomendasi yang relevan untuk mendukung penyusunan kebijakan, menyelesaikan persoalan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, implementasi bidang pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui sosialisasi, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan yang melibatkan sivitas akademika kedua kampus.

Hamzah menambahkan, ruang lingkup kerja sama juga memungkinkan Unes menjalin kolaborasi dengan fakultas lain di Unhas sesuai kebutuhan dan bidang penelitian yang dikembangkan.

Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati menjadi landasan untuk ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis antarfakultas.

Meski demikian, pembukaan penerimaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana yang direncanakan tersebut masih bergantung pada proses perizinan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan.

Hamzah berharap, kemitraan ini menjadi langkah awal bagi Unes untuk memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan sehingga ke depan mampu mengembangkan program pendidikan lanjutan secara mandiri.

Gandeng Peradi Profesional, Siapkan Pendidikan Advokat

Di bidang pengembangan profesi hukum, Unes juga menjalin kerja sama dengan DPN Peradi Profesional. Kemitraan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Hukum melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Pendidikan Profesi Advokat (PPA).

Ketua Umum DPN Peradi Profesional, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., menyebut Unes sebagai perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang menjalin kerja sama dengan organisasinya.

“UNES adalah lembaga pertama di luar pulau Jawa bekerjasama dengan Peradi Profesional,” katanya.

Menurut Harris, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan profesi bagi lulusan hukum, sekaligus mempersiapkan calon advokat yang memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Peradi Profesional menargetkan program pendidikan advokat itu dapat segera direalisasikan setelah persiapan dan persyaratan pelaksanaannya terpenuhi. Program tersebut diharapkan berjalan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan profesi, Peradi Profesional juga menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi Fakultas Hukum Unes. Adapun penentuan mahasiswa penerima beasiswa akan diserahkan kepada pihak kampus.

Harris berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu model pengembangan pendidikan profesi advokat di Indonesia, terutama dalam memperkuat kualitas pendidikan hukum di luar Pulau Jawa.

Kolaborasi Unes dengan Unhas dan Peradi Profesional menandai upaya perguruan tinggi tersebut memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan profesi.

Melalui kemitraan ini, Unes diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kesempatan pengembangan dosen, mendorong penelitian yang bermanfaat, serta mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi untuk berkontribusi bagi masyarakat. (02)