PADANG, Kabarins.com — Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Penulis SatuPena Provinsi Sumatera Barat menetapkan Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si. sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) SatuPena Sumatera Barat periode 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musda yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026).
Musda dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi. Forum tersebut menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus menentukan arah gerakan literasi dan kepenulisan SatuPena Sumatera Barat untuk lima tahun mendatang.
Yozarwardi terpilih melalui rapat tim formatur yang terdiri atas dirinya, Armaidi Tanjung, Rita Novita, Yurnaldi, serta Ketua Demisioner SatuPena Sumatera Barat periode 2022–2026, Sastri Bakry.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Yozarwardi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh tim formatur dan anggota SatuPena Sumatera Barat. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang mampu mendorong lahirnya penulis dan karya-karya berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun penulis yang berdaya, bermanfaat, bermartabat, dan berkelanjutan,” ajak Yozarwardi.
Selain aktif dalam dunia kepenulisan, Yozarwardi saat ini menjabat Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Ia juga telah menghasilkan tiga buku dan mengaku telah menekuni penulisan puisi sejak duduk di bangku sekolah menengah.
Menurut Yozarwardi, perkembangan zaman menghadirkan tantangan tersendiri bagi para penulis. Karena itu, SatuPena Sumatera Barat perlu terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas karya, sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan literasi.
Ia berharap kegiatan menulis dapat menjadi salah satu sarana positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, serta membangun karakter.
“Peperangan kita saat ini adalah bagaimana mencegah hal-hal negatif di tengah masyarakat yang menjadi keresahan kita semua. Seperti perilaku LGBT. Kehadiran SatuPena Sumatera Barat dengan menggiatkan aktivitas menulis di kalangan generasi muda diharapkan dapat mengurangi bahkan mencegah perilaku negatif tersebut,” tutur Yozarwardi.
Sementara itu, Jumaidi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi SatuPena Sumatera Barat selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Sastri Bakry. Menurutnya, berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi tersebut telah berperan dalam menghidupkan ekosistem literasi di Sumatera Barat.
Sejumlah kegiatan yang digerakkan SatuPena Sumatera Barat meliputi lomba menulis, peluncuran buku, diskusi buku, seminar, pertunjukan, serta berbagai agenda literasi lainnya. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang bagi penulis untuk berkarya sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif membaca dan menulis.
Jumaidi juga menyoroti keberhasilan SatuPena Sumatera Barat dalam menyelenggarakan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF). Festival literasi bertaraf internasional tersebut telah empat kali digelar dan mampu menghadirkan delegasi dari puluhan negara.
“SatuPena Sumatera Barat juga berhasil mengantarkan Sumatera Barat ke kancah internasional melalui International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang sudah empat kali diselenggarakan. Kegiatan IMLF bertaraf internasional yang mampu mengundang delegasi dari puluhan negara,” ujar Jumaidi.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan capaian tersebut dan memperkuat peran organisasi dalam mengembangkan literasi di Sumatera Barat. Menurutnya, amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan kemampuan, tanggung jawab, dan komitmen untuk memajukan organisasi.
Pada kesempatan yang sama, Sastri Bakry menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan SatuPena Sumatera Barat.
Dukungan tersebut, kata dia, datang dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, lembaga vertikal, BUMN dan BUMD, lembaga negara lainnya, kalangan swasta, hingga masyarakat secara perorangan.
Sastri, yang beberapa waktu lalu dipercaya menjadi Koordinator Ketua SatuPena se-Sumatera, berharap kebersamaan dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan oleh kepengurusan berikutnya.
Proses Pemilihan Berlangsung Sejak September
Ketua Panitia Musda SatuPena Sumatera Barat, Armaidi Tanjung, menjelaskan bahwa proses pengusulan calon ketua dan pembentukan tim formatur telah berlangsung sejak 20 September hingga 20 Oktober 2026.
Proses tersebut dilaksanakan melalui grup WhatsApp anggota SatuPena Sumatera Barat dan formulir daring menggunakan Google Forms. Dari tahapan penjaringan, terdapat sembilan nama yang diusulkan sebagai calon ketua.
Selanjutnya, sembilan nama tersebut diajukan kepada anggota untuk dipilih menjadi tim formatur. Empat nama dengan perolehan suara terbanyak ditetapkan sebagai anggota tim formatur, kemudian ditambah ketua demisioner.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Yozarwardi Usama Putra dan Armaidi Tanjung masing-masing memperoleh 19 suara, disusul Rita Novita dengan 18 suara, Leni Marlina 12 suara, Yurnaldi 11 suara, Dilla sembilan suara, Hasanuddin delapan suara, Ranti Arasti empat suara, dan Pinto Janir dua suara.
Karena Leni Marlina tidak hadir, posisi tersebut digantikan oleh Yurnaldi dalam tim formatur.
Adapun susunan inti DPD SatuPena Sumatera Barat periode 2026–2031 terdiri atas Yozarwardi Usama Putra sebagai ketua, dengan Yurnaldi dan Ranti Arasti sebagai wakil ketua. Armaidi Tanjung dipercaya sebagai sekretaris, Jias Mengki sebagai wakil sekretaris, serta Rita Novita sebagai bendahara.
Kepengurusan tersebut juga dilengkapi dengan Dewan Pakar dan Dewan Pengawas untuk mendukung pelaksanaan program organisasi.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, SatuPena Sumatera Barat diharapkan semakin aktif memperluas gerakan literasi, memperkuat jejaring penulis, serta mendorong lahirnya karya-karya yang berkualitas, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (02)





