Bimtek Inovasi DPMD Sumbar Dorong Tata Kelola Desa dan Nagari Semakin Adaptif

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi di Lingkup Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

PADANG, Kabarins.com — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat terus mendorong penguatan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi di lingkup DPMD.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala DPMD Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Yozarwardi menekankan pentingnya inovasi yang tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi mampu diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam Bimtek tersebut dibahas sejumlah inovasi DPMD, di antaranya Evaluasi Perkembangan Desa melalui Lomba Desa/Nagari dan Kelurahan, Simbolin Emas (Sistem Pendataan Berbasis Online Lembaga Kemasyarakatan), Menjaga Desa (Masyarakat Edukatif Nagari Jaga dan Desa), E-BOOK Indeks Desa, Pendampingan Nagari Kerja Sama dengan Universitas (PENA KERTAS), serta Penataan Kelembagaan Posyandu.

Keenam inovasi tersebut mencerminkan upaya DPMD menghadirkan tata kelola yang lebih berbasis data, kolaboratif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:MERDEKA STUNTING 2026: GERAKAN BERSAMA PEGADAIAN–POGI MENUJU INDONESIA EMAS BEBAS STUNTING

Melalui E-BOOK Indeks Desa, data dan informasi perkembangan desa dapat menjadi pendukung dalam memahami berbagai indikator pembangunan. Sementara PENA KERTAS membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan solusi yang aplikatif.

Adapun Simbolin Emas mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data lembaga kemasyarakatan agar lebih tertata dan mudah dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan.

Di sisi lain, Menjaga Desa dan Penataan Kelembagaan Posyandu menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat serta penguatan kelembagaan di tingkat desa dan nagari.

Melalui Bimtek ini, DPMD diharapkan semakin mampu membangun budaya kerja inovatif sehingga pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih efektif, adaptif, transparan dan berkelanjutan. (*02).

Baca Juga:Tim Elang Timur Satresnarkoba Polres Pasaman Bekuk Pengedar Sabu di Rao