TANJUNG PINANG, Kabarins.com — Bisnis emas menjadi salah satu motor pertumbuhan PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) II Pekanbaru. Hingga periode pelaporan 2026, segmen tersebut mencatat pertumbuhan outstanding loan (OSL) sebesar 92,97 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), tertinggi dibandingkan segmen bisnis lainnya.
Capaian itu disampaikan Kepala Kanwil II PT Pegadaian Pekanbaru, Agus Riadi, dalam kegiatan Media Gathering Kanwil II Pekanbaru di Tanjung Pinang, Senin (2/11/2026). Pertumbuhan tersebut menunjukkan kontribusi signifikan bisnis emas terhadap kinerja perusahaan di wilayah operasional yang meliputi Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Agus menjelaskan, secara keseluruhan, OSL seluruh segmen bisnis tumbuh 34,81 persen secara tahunan. Segmen gadai mencatat pertumbuhan 36,56 persen, sedangkan segmen non-gadai mengalami kontraksi sebesar 17,5 persen.
“OSL seluruh segmen tumbuh 34,81 persen secara tahunan. Segmen gadai mencatat pertumbuhan 36,56 persen, sedangkan segmen non-gadai mengalami kontraksi 17,5 persen,” ujar Agus.
Dari sisi pencapaian target, OSL seluruh segmen telah mencapai 103,4 persen, sementara segmen gadai mencapai 108,4 persen. Adapun pencapaian target segmen emas berada di angka 98,61 persen dan segmen non-gadai sebesar 76,34 persen.
Layani Lebih dari 901 Ribu Nasabah
Pegadaian Kanwil II Pekanbaru terus mengandalkan jaringan layanan yang tersebar di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Kegiatan operasionalnya terbagi dalam tiga area, yaitu Padang, Pekanbaru, dan Batam.
Berdasarkan data hingga 30 September 2026, Kanwil II Pekanbaru memiliki 256 outlet yang terdiri atas 28 kantor cabang dan 238 unit layanan. Jaringan tersebut mencakup 159 Unit Pelayanan Cabang (UPC), 35 Unit Pelayanan Syariah (UPS), serta 34 titik kolokasi.
Operasional jaringan itu didukung 3.709 agen aktif dan 587 karyawan. Secara keseluruhan, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru melayani 901.144 nasabah aktif.
Dari sisi bisnis, wilayah tersebut membukukan omzet Rp17,12 triliun dengan OSL bruto sebesar Rp6,14 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya aktivitas pembiayaan dan layanan Pegadaian di tiga provinsi yang menjadi wilayah kerjanya.
Batam Unggul dalam Jumlah Nasabah dan Omzet
Dari tiga area operasional, Batam mencatatkan kinerja terbesar, baik dari jumlah nasabah aktif maupun omzet.
Area Batam melayani 466.010 nasabah aktif, dengan omzet mencapai Rp7,05 triliun dan OSL bruto sebesar Rp2,51 triliun.
Di posisi berikutnya, Area Pekanbaru mencatat 255.464 nasabah aktif, omzet Rp5,76 triliun, serta OSL bruto Rp2,11 triliun.
Sementara itu, Area Padang melayani 199.670 nasabah aktif dengan omzet Rp4,31 triliun dan OSL bruto Rp1,51 triliun.
Ketiga area tersebut didukung 28 kantor cabang. Rinciannya, tujuh cabang berada di Area Padang, delapan cabang di Area Pekanbaru, dan 13 cabang di Area Batam.
Perluas Pembiayaan dan Investasi Emas
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pegadaian menyediakan beragam layanan yang mencakup pembiayaan gadai, non-gadai, serta bisnis bullion atau layanan emas.
Pada segmen gadai, produk yang tersedia antara lain Pegadaian KCA, Krasida, Gadai Efek, Rahn, Arrum Emas, dan Arrum Haji. Sementara itu, layanan pembiayaan non-gadai meliputi pinjaman usaha, modal kerja, pinjaman multiguna, serta pembiayaan kendaraan melalui Pegadaian Amanah.
Adapun layanan bisnis emas mencakup Tabungan Emas, Deposito Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, dan Cicil Emas.
Pertumbuhan OSL segmen emas sebesar 92,97 persen secara tahunan menjadi salah satu capaian penting dalam kinerja Pegadaian Kanwil II Pekanbaru. Namun, kontraksi pada segmen non-gadai tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Ke depan, penguatan layanan, perluasan akses pembiayaan, dan pengembangan produk emas menjadi bagian penting dalam mempertahankan kinerja serta menjangkau kebutuhan nasabah di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. (02).





