PADANG, Kabarins.com – Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) terus dilakukan melalui edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit. Program Studi Ilmu Biomedis Program Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) mengimplementasikan media edukasi “Piring Gizi Lansia” bagi masyarakat di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (31/10).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti 43 orang lansia tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang, sekaligus mendorong kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan peserta yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengenali kondisi kesehatan peserta sekaligus memberikan perhatian terhadap faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia lanjut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan, dan penyampaian edukasi kesehatan oleh Aditya Nugraha Respati. Materi yang diberikan berfokus pada penerapan konsep Isi Piringku Lansia sebagai panduan praktis dalam memenuhi kebutuhan gizi pada usia lanjut.
Dalam sambutannya, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran guru besar, dosen, dan panitia dari FK Unand yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayahnya.
Ia menyebutkan bahwa kelompok usia lanjut merupakan salah satu kelompok masyarakat dengan jumlah yang cukup besar di Kecamatan Koto Tangah. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya dan diharapkan dapat terus berlanjut.
“Kami bersyukur atas kehadiran guru besar, dosen, dan panitia. Warga usia lanjut termasuk kelompok yang cukup banyak di wilayah kami. Ini sudah menjadi kegiatan yang kedua, dan kami berharap program seperti ini dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Lubuk Buaya, Almira, S.K.M. Ia menjelaskan bahwa promosi kesehatan merupakan bagian dari program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang terus digalakkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Namun, menurutnya, edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pola makan seimbang masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk mengikuti penyampaian materi dengan baik agar dapat memahami porsi dan komposisi makanan yang tepat dalam setiap kali makan.
“Promosi kesehatan termasuk bagian dari program Prolanis yang terus kita galakkan. Namun, edukasi terkait gizi mungkin belum optimal. Karena itu, kami berharap Bapak dan Ibu dapat mendengarkan informasi yang diberikan agar mengetahui bagaimana porsi dan komposisi makanan yang tepat dalam piring makan,” jelasnya.
Ketua Program Studi Ilmu Biomedis Program Doktor FK Unand, Prof. Dr. dr. Aisyah Elliyanti, Sp.KN-TM.Subsp.Onk(K), M.Kes., menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah kecamatan serta masyarakat Kelurahan Lubuk Buaya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan hasil pengembangan akademik untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
PIRING GIZI LANSIA, PANDUAN PRAKTIS MENUJU USIA EMAS SEHAT
Salah satu fokus utama edukasi adalah memperkenalkan konsep Piring Gizi Lansia, yaitu panduan penyusunan makanan dengan memperhatikan jenis, komposisi, porsi, dan tekstur makanan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok usia lanjut.

Materi edukasi menjelaskan bahwa memasuki usia lanjut, perubahan fungsi gigi dan sistem pencernaan dapat memengaruhi kemampuan mengunyah, mencerna, serta menyerap zat gizi. Lansia juga lebih rentan mengalami kekurangan gizi, penurunan massa otot, dan penurunan daya tahan tubuh.
Melalui konsep tersebut, peserta diperkenalkan dengan pembagian komposisi makanan yang terdiri atas makanan pokok, lauk berprotein, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Dalam materi yang disampaikan, sayuran dan buah menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin, sedangkan makanan pokok dan lauk berprotein berperan dalam menyediakan energi serta membantu mempertahankan massa otot.
Tidak hanya memperhatikan komposisi, pemilihan tekstur makanan juga menjadi perhatian. Lansia dianjurkan memilih makanan yang lebih lunak dan mudah dikunyah, seperti ikan kukus atau rebus, telur rebus, tahu, tempe, sayuran yang dimasak hingga lunak, serta buah-buahan matang.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, menjaga kecukupan cairan, serta tetap aktif bergerak sesuai kemampuan. Dengan demikian, pemenuhan gizi tidak hanya ditujukan untuk mencegah kekurangan nutrisi, tetapi juga mendukung kemandirian dan kualitas hidup pada masa tua.
Penguatan perspektif ilmiah mengenai pentingnya gizi dalam kesehatan lansia juga menjadi bagian dari kontribusi keilmuan FK Unand melalui Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, MSc, PhD, Sp.GK(K), ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian beliau bersama kolaborator yang dipublikasikan dalam BMC Public Health tahun 2025, berjudul Determinants of Dementia Risk Among Older Adults with Probable Sarcopenia and Sarcopenia, turut menyoroti keterkaitan kondisi sarcopenia dengan faktor-faktor risiko demensia pada kelompok usia lanjut. Hal ini memperkuat pentingnya perhatian terhadap kesehatan otot, status gizi, dan fungsi kognitif dalam upaya menjaga kesehatan lansia.
EDUKASI DISERTAI PRAKTIK DAN EVALUASI
Agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian teori. Peserta juga mengikuti simulasi penyusunan makanan bergizi seimbang menggunakan food model yang menggambarkan komposisi makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.
Selain itu, dilakukan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi pengetahuan juga dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi (pretest dan posttest).
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi peserta yang belum memperoleh pelayanan pada sesi awal. Dengan menggabungkan edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi masyarakat.
Melalui implementasi media edukasi Piring Gizi Lansia, Program Studi Ilmu Biomedis Program Doktor FK Unand berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam memilih bahan makanan, mengatur porsi makan, maupun menjaga kesehatan secara berkala.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Universitas Andalas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah setempat, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lansia yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas. (02)





