Padang Pariaman, Kabarins.com – Kerusakan sejumlah jaringan irigasi akibat banjir dan longsor menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Pemkab meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat menghadiri Gerakan Irigasi Bersih di Daerah Irigasi Batang Anai, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga), Jumat (7/8).
John Kenedy mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Padang Pariaman berdampak terhadap infrastruktur irigasi. Beberapa daerah irigasi membutuhkan penanganan agar kembali berfungsi optimal dalam memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.
“Beberapa daerah irigasi seperti Lubuk Sikoci, Padang Laweh, dan sejumlah titik lainnya memerlukan penanganan segera agar kembali mampu mengairi lahan pertanian masyarakat,” kata John Kenedy.
Menurutnya, persoalan irigasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian dan kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan BWS Sumatera V dalam menangani jaringan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Baca Juga:Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Karutan Lubuk Sikaping Buka Pekan Olahraga WBP
“Kami memohon dukungan BWS Sumatera V agar persoalan irigasi yang terdampak bencana dapat kita tangani bersama. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman siap bersinergi demi memastikan kebutuhan air bagi para petani tetap terjaga,” ujarnya.
Permintaan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Irigasi Bersih yang diinisiasi BWS Sumatera V. Kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan fungsi jaringan irigasi.
Plt. Kepala BWS Sumatera V Reski Wahyudi mengatakan, persoalan sumber daya air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga dan menangani infrastruktur sumber daya air.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan transparan kepada masyarakat. Namun, penyelesaian berbagai persoalan sumber daya air tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Padang Pariaman bersama unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, kepala perangkat daerah, BWS Sumatera V, serta masyarakat turun langsung membersihkan saluran Daerah Irigasi Batang Anai.
Sampah, rumput liar, dan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air dibersihkan secara bergotong royong.
Bagi Pemkab Padang Pariaman, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kondisi jaringan irigasi pascabencana. Infrastruktur yang berfungsi baik dinilai penting untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. (*02).





