Festival Kesenian Anak Nagari, Upaya Menjaga Tradisi dari Ancaman Kepunahan

Avatar photo
PELESTARIAN: Penampilan kesenian dari sanggar-sanggar dalam Festival Kesenian Anak Nagari bertajuk Semarak Budaya di Terminal Pasar Benteng, Lubuk Sikaping, Rabu (7/10). Kegiatan ini menjadi wadah pengenalan dan pelestarian kesenian tradisional kepada masyarakat dan generasi muda.

Pasaman, Kabarins.con — Kemajuan zaman menjadi tantangan bagi keberlangsungan kesenian tradisional di tengah masyarakat. Jika tidak dirawat dan diwariskan kepada generasi muda, kesenian anak nagari berpotensi kehilangan tempat hingga akhirnya punah. Karena itu, Festival Kesenian Anak Nagari digelar sebagai upaya memperkenalkan, merawat, dan melestarikan kekayaan budaya Minangkabau.

Kegiatan bertajuk Semarak Budaya tersebut berlangsung di Terminal Pasar Benteng, Lubuk Sikaping, Rabu (7/10). Festival ini diisi dengan penampilan kesenian dari masing-masing sanggar yang hadir.

Ketua panitia pelaksana, Rizki Kurniawan, mengatakan festival tersebut menjadi wadah bagi sanggar-sanggar kesenian untuk menampilkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kesenian yang mereka tekuni kepada masyarakat.

“Dalam kegiatan ini, ada penampilan kesenian dari masing-masing sanggar yang telah datang,” kata Rizki.

Menurutnya, keberlangsungan kesenian tradisional membutuhkan perhatian dan perawatan secara berkelanjutan. Tanpa upaya pelestarian, kesenian yang menjadi bagian dari identitas masyarakat berisiko tergerus oleh perkembangan zaman.

“Kesenian ini jika tidak dirawat, maka akan punah ditelan kemajuan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Donizar, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan yang berorientasi pada pengenalan dan pelestarian budaya. Festival kesenian dinilai menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar tradisi tetap dikenal dan memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Donizar menegaskan, pengenalan budaya juga perlu dilakukan kepada generasi muda. Dengan demikian, mereka dapat mengenal kesenian daerah sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya yang dimiliki nagari.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kesenian masing-masing sanggar serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat. Pelestarian kesenian anak nagari menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perubahan zaman.(02)