Pasaman, Kabarins.com – Pusat Kreativitas Anak Nagari (PKAN) Bidang Literasi Nagari Aia Manggih Selatan menggelar Diskusi Budaya Publik bertajuk “Eksistensi dan Tantangan Seni Tradisi di Era Modernisasi”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda, akademisi, dan pegiat budaya untuk merumuskan langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Diskusi tersebut dihadiri oleh Wali Nagari Aia Manggih Selatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Periode II, mahasiswa KKN Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, serta sejumlah aktivis dan pegiat budaya, yakni Zulfetra St. Imam Basa, Rizki Takur, Fauzan Hamdy Marta, dan Mhd. Ilham Tuanku Katik sebagai pemantik diskusi.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional. Arus globalisasi dan dominasi media digital dinilai telah membawa perubahan besar terhadap pola konsumsi budaya masyarakat, sehingga eksistensi seni tradisi menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Moderator diskusi, Zulfikar Angku Mudo, menegaskan bahwa modernisasi tidak seharusnya menjadi ancaman bagi seni tradisi. Sebaliknya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi, promosi, dan edukasi agar warisan budaya lokal dapat dikenal lebih luas, terutama oleh generasi muda.
“Kita tidak bisa membendung perkembangan teknologi, tetapi kita bisa memanfaatkannya untuk mengenalkan budaya kita kepada dunia. Kreativitas tanpa melupakan akar budaya adalah kunci utama dalam menjaga identitas bangsa,” ujar Zulfikar saat membuka jalannya diskusi.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa KKN dari Unand dan ISI Padang Panjang aktif menyampaikan gagasan, pandangan, serta solusi terkait upaya pelestarian seni tradisi melalui pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam forum tersebut adalah pengembangan konten digital berbasis pelestarian seni tradisi Nagari Aia Manggih Selatan. Konten tersebut nantinya akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial sebagai media edukasi sekaligus promosi budaya kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, PKAN Bidang Literasi Nagari Aia Manggih Selatan berharap lahir gerakan pelestarian budaya yang berbasis komunitas dan melibatkan generasi muda secara aktif. Seni tradisi diyakini bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan agar tetap hidup serta relevan di tengah perubahan zaman.(*02)





